7 Tanda Pernikahan Bakal Langgeng

Ahad, 15 Juli 2018

ilustrasi

GILANGNEWS.COM- Bukan cuma pakar asmara dan penasihat pernikahan yang bisa melihat tanda-tanda apakah pasangan bisa mengarungi bahtera rumah tangga dengan sukses atau tidak. Dalam beberapa hal, para perencana pernikahan alias wedding planner juga punya pendapat tersendiri mengenai para klien yang mereka tangani.

Menurut para wedding planner profesional perilaku pasangan saat merencanakan pernikahan sedikit banyak juga bisa menunjukkan bagaimana kelak mereka akan menjalankan rumah tangga. Dari sini bisa dilihat apakah mereka memiliki kualifikasi yang dibutuhkan untuk mempertahankan rumah tangga.

Berikut ini kami jabarkan beberapa tanda yang menunjukkan calon pengantin bakal memiliki pernikahan langgeng dari kacamata wedding planner, dilansir dari The Huffington Post (11/7).

1. Memiliki kesediaan untuk berkompromi
Kemampuan pasangan untuk berkompromi merupakan hal yang penting, baik itu saat merencanakan pernikahan atau seterusnya. Kadang kompromi berarti mencari jalan tengah, kadang juga berarti menuruti permintaan pasangan demi kebaikan bersama.

2. Lebih memprioritaskan pernikahan itu sendiri daripada rangkaian prosesinya
Pernikahan merupakan momen penting yang seharusnya cuma sekali seumur hidup. Tetapi penting untuk diingat juga bahwa pernikahan yang akan dijalani nanti jauh lebih penting daripada satu hari itu saja. Pasangan yang berpotensi langgeng lebih fokus pada gambar besarnya, yaitu rumah tangga yang bakal dijalani nanti.

3. Merencanakan pernikahan bersama, mengambil keputusan sebagai tim
Tak jarang calon pengantin yang menyerahkan proses perencanaan kepada si wanita atau si pria saja dengan alasan jadwal padat atau tidak berbakat dalam merencanakan pesta. Tetapi jika pengambilan keputusan untuk pesta pernikahan saja tidak dilakukan bersama, bisa jadi pasangan tersebut juga berperilaku serupa dalam menghadapi masalah lainnya.

4. Sepakat dalam anggaran pernikahan
Masalah finansial adalah persoalan yang sangat sensitif dalam pernikahan. Tak sedikit rumah tangga yang berakhir karena hal ini. Karena itulah pasangan yang lebih baik dalam mengomunikasikan rencana anggaran pernikahan biasanya juga lebih siap untuk menghadapi diskusi seputar cicilan rumah, tagihan, atau pengeluaran bulanan.

5. Bisa bereaksi dengan dewasa saat anggota keluarga mencoba ikut campur

Begitu mengumumkan rencana pernikahan, biasanya kedua keluarga langsung memberikan pendapat masing-masing. Tak jarang pendapat ini bertentangan dan membuat calon pengantin merasa tidak nyaman. Jika pasangan tersebut mampu menetapkan batasan yang sehat terhadap anggota keluarga, mereka akan menuruti saran tersebut jika dirasa sesuai dengan rencana awal mereka dan menolak dengan halus jika tidak cocok.

6. Memiliki harapan yang realistis terkait pernikahan dan rumah tangga
Pasangan yang realistis biasanya lebih siap menghadapi satu atau dua kesulitan yang muncul menjelang pernikahan. Mereka tidak berharap muluk-muluk segalanya akan berlangsung 100 persen tanpa cela dan karenanya lebih ikhlas menghadapi ketidaksesuaian antara ekspektasi dan realitas.

7. Mampu berargumentasi dengan 'damai'
Bahkan pasangan yang paling rukun sekali pun pernah bertengkar, apalagi saat merencanakan pernikahan. Ada saja detail yang membuat pasangan tidak sepaham. Tetapi pasangan yang memiliki hubungan sehat akan mencoba mengomunikasikan perbedaan pendapat ini tanpa harus 'saling serang'.