Pekanbaru

KPPBC Pekanbaru Musnahkan 3550 Karung Bawang Merah Seludupan, Ini Trik Mafianya

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Pebean B Pekanbaru Isja Bewirman

PEKANBARU (Gilangnews.com) - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Pebean B Pekanbaru Jumat (21/10/2016) melakukan  pemusnahan sebanyak 3550 karung bawang merah seludupan dari India dan pakistan yang masuk melalui Malaysia. Pemusnahan bawang merah ini dilakukan dengan cara mengubur bawang merah tersebut dikedalam 3 meter dengan menggunakan excavator di area Lapas Terbuka Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai.

Kepala KPPBC Tipe Pebean B Pekanbaru, Isja Bewirman menyampaikan KPPBC Tipe Pabean B Pekanbaru pada 9 Oktober 2016 telah berhasil menangkap lima unit mobil truk colt diesel dengan muatan bawang merah impor yang tidak dilengkapi dokumen resmi di dua tempat berbeda yakni  tiga mobil ditangkap didaerah Koto Gasib Kab Siak dengan muatan 2100 karung yang dimuat di Bukit Batu Kab Bengkalis, dua truk lainnya ditangkap di daerah Kampung Tengah Maredan dengan muatan 1450 yang dimuat di Bintan Kab Bengkalis.

Disambung Isja, diperkiraan nilai barang hasil tangkapan tersebut sekitar Rp 319.500.000 dengan kerugian negara secara materil dari bea masuk dan pajak dalam rangka impor sebesar Rp 130.995 000.

"Sedangkan secara inmaterial pemasukan bawang merah eks impor ini dapat mengganggu produksi bawang merah dari petani lokal. Selain itu bawang merah ini pemasukannya tidak melalui tindakan karantina sehingga berpotensi membawa hama penyakit yang dapat membahayakan tumbuhan dalam negeri,"terang Isja.

Dilanjutkan Isja, Bawang merah komoditi yang diatur dalam tata niaga impor yang pemasukannya harus melalui pelabuhan yang ditunjuk. Pemasukkan bawang merah juga harus melalui tindakan karantina.

Terkait tersangkanya, Isja menyampaikan bahwa sampai saat ini kita belum menetapkan siapa tersangkanya, kita baru berhasil menangkap sopirnya saja, sedangkan pemilik barang itu sendiri masih dalam proses pencarian.

Jadi, pelaku sudah sangat mahir dalam kasus penyeludupan ini, karena mereka tahu resiko terbesar yang akan dihadapi jika perbuatannya diketahui, makanya mereka membuat beberapa trik untuk mengelabui

" Trik nya, mereka melakukan logistik tidak terputus, sehingga sopir truk tidak tahu persis dimana barang itu dimuat. Jadi sopir truk disuruh istirahat disuatu tempat sedangkan mobilnya dibawa oleh supir lain yang mereka tidak kenal, setelah barang dimuat didalam mobil, supir tadi memberikan mobil kepada sang sopir yang asli kemudian supir asli mengantar barang ke Pekanbaru, dengan arahan setelah sampai Pekanbaru nanti ditelpon, inilah trik yang mereka lakukan ujar Isja.

Meskipun demikian, KPPBC Pekanbaru akan terus melakukan pengawasan terhadap barang-barang impor yang masuk ke Pekanbaru, dan pelaku akan terus kita selidiki, tutup Isja. ***


Editor: Zulfikri


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar