Legislator

Kunlap Komisi IV ke Proyek IPAL, Camat dan Lurah Harus Gencar Sosialisasi ke Warga

Rombongan Komisi IV DPRD Pekanbaru melihat langsung proses pekerjaan pemasangan pipa IPAL dilapangan
Loading...

GILANGNEWS.COM -  Komisi IV DPRD Pekanbaru melaksanakan kunjungan lapangan (kunlap), 
terkait pembangunan penggalian perpipaan air limbah Kota Pekanbaru, di simpang Jalan Pelajar-Jalan Teratai (depan Kantor Imigrasi), Sukajadi, Pekanbaru, Selasa (17/12). 

Kunlap yang dipimpin Ketua Komisi IV Sigit Yuwono ST dan anggota Komisi IV lainnya tersebut, juga dihadiri Kadis PUPR Pekanbaru Indra Pomi, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, manajemen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk bekerjasama dengan PT Karaga, serta PT Hutama Karya (HK) Rosalisca, KSO selaku kontraktor pelaksana pekerjaan IPAL di Kota Pekanbaru.

Di lapangan, anggota dewan dan pihak dinas langsung melihat proses pekerjaan IPAL, yang menjadi keluhan masyarakat pengendara belakangan ini. Namun tentunya pekerjaan ini butuh proses, dan yang lebih penting lagi akibat pekerjaan ini pasti menimbulkan dampak. 

"Pekerjaan seperti ini pasti ada dampaknya. Makanya kami menghimbau kepada masyarakat, agar bersabar. Karena setelah pekerjaan ini selesai, dampak positifnya sangat banyak untuk masyarakat sendiri. Tentu yang berhubungan dengan air limbah, " kata Ketua Komisi IV Sigit Yuwono ST di sela-sela kunlap. 

Loading...

Dijelaskan, bahwa pembangunan IPAL ini merupakan bagian kegiatan pemerintah, yang harus di dukung semua pihak. Termasuk DPRD sendiri. Apalagi kegiatan ini merupakan proyek Kementrian PUPR yang menjadi percontohan. "Itu tadi, keuntungannya nanti untuk masyarakat sendiri, " tegasnya. 

Politisi senior Demokrat ini juga meminta agar kontraktor pelaksana bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai kontraknya. "Kami yakin kontraktor memperbaiki jalan yang rusak. Untuk adanya keluhan masyarakat tentang kerugian lain seperti dinding rumah retak dan lainnya akibat pekerjaan IPAL ini, lapor ke DPRD. Kami akan mediasi. emua pasti akan diperbaiki pihak kontraktor. Kami harapkan pekerjaan ini cepat selesai, " pintanya berharap. 

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Indra Pomi dalam kunlap tersebut menjelaskan, bahwa pekerjaan ini tentu menimbulkan dampak kepada masyarakat. Seperti kemacetan, usaha terganggu dan lainnya. Namun masyarakat juga harus paham, bahwa pekerjaan ini keuntungannya untuk masyarakat juga nantinya.

"Kita dari awal sudah melakukan sosialisasi, namun yang namanya sosialisasi tidak lah bisa seratus persen. Makanya kita minta adek-adek Camat dan Lurah di Kecamatan Sukajadi dan Pekanbaru Kota bisa sosialisasikan terus menerus. Libatkan RT dan RW, karena ini program pemerintah yang harus disukseskan," tegasnya.

pekerjaan IPAL di Pekanbaru merupakan satu pilot project nasional. Proyek ini juga berlangsung di Jambi dan Makasar,
yang anggarannyaAsian Development Bank (ADB) melalui Kementerian PUPR. "Kita di PUPR Pekanbaru hanya pengawas dan pemberi izin saja. Tapi kita tetap berkoordinasi dengan provinsi dan kementerian," tambahnya.

Kegiatan ini berlangsung sejak 2019 silam. Rekanan memasang dua jaringan Non Commercial (NC). NC 1 dikerjakan Wijaya Karya. Sedangkan NC 2 dikerjakan oleh Hutama Karya Rosalisca, KSO.

Untuk Pemerintah Kota juga menyediakan 10.000 sambungan rumah, dan prosesnya dilakukan secara bertahap. Proyek IPAL diprediksi tuntas pada tahun 2023 mendatang.

Terkait hasil Kunlap ini, Manager Project PT Wijaya Karya Lutfhi Bina menjelaskan, bahwa pihaknya tidak akan meninggalkan pekerjaan yang belum selesai. Bahkan PT Wika memiliki kontrak hingga pengaspalan, sehingga jalan lebih mulus. 

"Sekarang ini pekerjaan kami proses alami saja. Untuk pekerjaan ini, kami butuh waktu 2 sampai 3 bukan. Masyarakat mohon bersabar. Sebab, kami pasti mengembalikan kondisi jalan seperti semula. Sebagai contoh di Jalan Ketitiran, kondisi jalan mulus. Begitu juga jalan lainnya. Apalagi pekerjaan kami ini ada konsultannya dari Australia, " katanya menerangkan. 

Lebih lanjut disebutkannya, progres pekerjaan pihaknya saat ini sudah 40 bahkan sampai 50 persen. "Semua butuh proses. Jika ada Lebih lanjut disebutkannya, progres pekerjaan pihaknya saat ini sudah 40 bahkan sampai 50 persen. "Semua butuh proses. Jika ada keluhan warga, rumah retak kita akan perbaiki, kalau debu kita siram. Sekarang kan penyiramannya alami karena hujan. Kalau macet, ya mohon bersabar, karena kita masih kerja, " terangnya. 

Ke depan, PT Wika ingin bersama-sama dengan masyarakat secara komprehensif untuk mensosialisasikan pekerjaan ini. Sehingga pekerjaan ini bisa diselesaikan dan dinikmati oleh masyarakat. "Kami mohon bantuan masyarakat. Intinya, kami tak akan meninggalkan pekerjaan yang belum selesai. Kami tanggungjawab, " janjinya. *


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar