Pekanbaru

Jalan Sumbar-Riau Putus, DPRD: Pedagang Jangan Sesuka Hati Naikkan Harga

Kondisi banjir di Pangkalan Koto Baru Kabupaten Limapuluh Kota Sumbar. Akibatnya jalur Sumbar Riau terputus

GILANGNEWS.COM - Musibah banjir dan longsor di daerah Pangkalan Sumatera Barat (Sumbar), hingga membuat akses jalan terputus kemarin, berakibat pada harga sembako di Provinsi Riau. Terutama di Kota Pekanbaru. Sebab diakui selama ini, Kota Pekanbaru untuk beberapa bahan sembako, masih bergantung kepada Provinsi Sumbar.

Kondisi ini diharapkan, tidak dimanfaatkan para pedagang dan spekulan, untuk menaikkan harga sesuka hati. Terutama bahan sayuran, ikan, cabe, beras dan kebutuhan pokok lainnya. Ketua Fraksi PKB DPRD Pekanbaru Zaidir Albaiza MH, Minggu (5/3/2017) mengaku, bahwa dirinya sudah mendapatkan laporan dari masyarakat, terkait naiknya beberapa harga barang pasca musibah di perbatasan Sumbar-Riau kemarin.

Seperti harga cabe merah. Sebelumnya, cabe di pasaran dijual Rp 30 ribu per Kg. Tapi sekarang di beberapa kedai sayuran di Kota Pekanbaru, dijual Rp 50 ribu per Kg. Begitu halnya untuk beberapa harga bahan kebutuhan lainnya. Zaidir mengaku kenaikkannya dari angka Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.

"Kesempatan-kesempatan seperti ini sering digunakan oknum pedagang. Pedagang jangan lah berlebihan menaikkan harga, tolong manusiawi saja menaikkan harganya," tegas Zaidir.

Dikatakan Zaidir lagi, musibah longsor dan banjir tersebut merupakan duka semua masyarakat. Sehingga harus dipahami semua kalangan, untuk tidak menjadikan ini sebagai kesempatan meraup keuntungan besar. Terutama spekulan, yang akan menimbun barang-barang.

Karenanya, Zaidir meminta agar Disperindag melalui Bidang Pasarnya, untuk memantau harga sembako di pasaran. Karena kasihan masyarakat banyak yang menjadi sasaran dirugikan.***

Sumber: Tribun


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar