Pekanbaru

Pemko Minta Kemenhub Bersabar Terkait Pengelolaan Terminal BRPS

Terminal Bandar Raya Payung Sekaki

GILANGNEWS.COM - Keinginan pengelola Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) agar aktivitas bongkar muat bahan pokok dipindahkan belum jelas.

Untuk mencari solusinya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru mengirim utusan untuk bertemu pengelola terminal, Selasa (14/3) . Dari pertemuan, belum ada jawaban tegas mengenai permintaan pengelola agar  pedagang keluar itu batal atau tidak.

“Pada prinsipnya, sebenarnya teman-teman di Kemenhub RI ingin tertib saja. Kondisi saat ini kurang terkontrol, sehingga mereka terganggu," kata Kepala DPP Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut.

Merespon keluhan pengelola, Ingot Rabu (15/3) berencana menggelar pertemuan dengan perwakilan distributor yang melakukan bongkar muat."Pertemuan di kantor bersama distributor akan kita lakukan. Untuk mempertegas apakah bisa atau tidak untuk lebih tertib" jelasnya. Dilansir riaupos.co.

Saat ditanyakan apakah batal dilakukan pemindahan, Ingot hanya menjawab, pihaknya tidak  bisa memastikan. Artinya, pasca pertemuan dengan pengelola terminal belum juga ada solusi."Kita sudah komunikasi, mereka membuka pintu. Prinsipnya pengelola tidak keberatan, memaklumi kondisi kita di Pekanbaru, tapi perlu diatur dengan tertib. Jangan nanti aktivitas bongkar mengganggu aktifitas terminal," sebutnya. Pengelola terminal mengeluhkan bahwa bongkar muat meninggalkan sampah, dan kotoran.

Keluhan ini memunculkan pertanyaan bagaimana pengawasan yang dilakukan DPP. Ingot tak menampik pihaknya memang masih kurang mengawasi.

"Kita akui mungkin untuk standar kemenhub pengawasan kita masih kurang," singkatnya.

Terpisah, Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Drs H M Noer MBS SH MSI MH menyebut, pada dasarnya aktivitas yang dilakukan pedagang di Terminal BPRS itu tidak menganggu. Karena aktivitas dilakukan hanya pada tengah malam hingga subuh saja."Saya rasa aktivitas bongkar muat pedagang di Terminal BPRS tidak menganggu aktivitas petugas dilapangan. Lagi pula, pedagang itu melakukan jual beli saat aktivitas terminal masih sepi," ucapnya.

Karena itu, dia meminta pengelola untuk mengerti dan bersabar, karena bongkar muat bahan pokok itu juga untuk kepentingan masyarakat."Kita kan juga sedang dalam proses membangun pasar induk, kita minta mereka sabar," tutupnya.***


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar