Riau

Warga Bagan Batu Diterkam Buaya Saat Ingin Meracun Ikan di Parit PTPN 3 Sei Meranti

BAGAN BATU, GILANGNEWS.com -  Harun (32) warga KM 1 Bagan Batu, kecamatan Bagan Sinembah, Rohil ini terpaksa masuk ruangan UGD salah satu Rumah Sakit swasta usai diterkam Buaya Jelulong atau biasa disebut Buaya Ikan (moncong panjang) di sebuah parit bekoan PTPN 3 Sei Meranti, sekitaran "Kali Wates" Simpang Riset, Jumat (28/7/2017) sekira pukul 14.00 wib.

Dari foto yang diperlihatkan kerabat korban, saat dilakukan penanganan di UGD, luka di paha kanan akibat gigitan buaya itu tampak cukup lebar menganga. Beruntung, Harun mendapatkan pertolongan.

Menurut keterangan korban, kejadian itu bermula saat ia bersama temannya Izul berencana hendak meracun ikan dengan menggunakan potas atau sering disebut 'air mas' di parit bekoan tersebut.

Setibanya di lokasi, lanjut Harun, mereka tidak langsung menaburkan racun ikan di parit bekoan yang airnya tinggal sedikit tersebut, namun terlebih dahulu membersihkan rerumputan agar mudah menangkap ikan.

"Saat bersihkan rumput, tiba-tiba buaya itu langsung menerkam paha sebelah kiri saya. Saya pun langsung terjatuh di air berlumpur, berguling, setelah lepas, gantian tumit sebelah kanan yang digigit," kisah Harun saat berbaring di ruang inap Rumah Sakit tersebut pada Jumat malam.

Harun juga menjelaskan, ukuran buaya yang menerkamnya berdiameter cukup besar. Menurutnya, berdiameter 3 keping papan kayu atau kira-kira 40-50 centimeter. "Kalau panjangnya, lebih panjang dari tempat tidur ini," katanya memperkirakan ukuran buaya tersebut di atas tempat tidur rumah sakit.

Meski demikian, Harun mengaku tidak kapok untuk mencari ikan di sungai kecil ataupun di paret-paret. Tapi, dengan cara yang tidak merusak lingkungan seperti yang hampir ia lakukan bersama temannya. "Kalau meracun, ampunlah. Biasanya pun aku selalu mancing dengan kail. Mungkin karena airnya dangkal, jadi tergoda 'meng-air mas'," ujar Harun menyesal.

Untuk itu, ia juga berpesan agar siapa saja yang berniat untuk meracun ikan, baik dengan racun air mas atau jenis lainya untuk berpikir ulang melakukannya. Sebab, bagaimana pun juga, hal itu merusak ekosistem di perairan. "Awas digigit buaya, cari ikan dengan cara yang wajar sajalah," pesan Harun sembari berkelakar.

Informasi yang diperoleh dari warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, racun air mas atau disebut juga potas, masih gampang diperoleh di beberapa toko pertanian di Bagan Batu.


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar