Pekanbaru

Dipaksa Mengaku Curi Handphone, Jam Tangan dan Uang, Seorang Remaja di Pekanbaru Babak Belur Dianiay

PEKANBARU, GILANGNEWS.com - Seorang pria di Kota Pekanbaru, Riau bernama Rian Feza (30) mendatangi Polresta Pekanbaru dan melaporkan seorang pria tak dikenal yang telah menganiaya adiknya.

Dalam laporannya kepada pihak kepolisian, kasus penganiayaan itu terjadi Sabtu (2/9/2017) siang, saat adiknya bernama M Waidan melintas di Jalan  Bahana Ujung, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Di sana, lantas Waidan bertemu dengan pelaku yang tak dikenalnya langsung menuduh dirinya telah mencuri handphone, jam tangan serta uang pelaku. Namun, korban tidak mengakui apa yang tidak dilakukannya.

Tak terima karena korban menolak mengaku, pelaku langsung menganiaya dan memukuli korban hingga menderita luka memar pada wajah. Korban kemudian menceritakan hal tersebut kepada abangnya, Rian Feza.

Melihat adiknya babak belur dianiaya, Rian kemudian membuat laporan ke Polresta Pekanbaru, dengan harapan pelaku yang telah menganiaya adiknya bisa segera ditangkap dan diproses hukum.

Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Iptu Polius Hendriawan, Minggu (3/9/2017) membenarkan adanya laporan terkait kasus dugaan penganiayaan dengan modus menuduh korban melakukan pencurian.

"Kita sudah terima laporan korban dan saat ini kasusnya sedang ditangani Satreskrim Polresta Pekanbaru," kata Kasubag saat dikonfirmasi melalui selularnya, Minggu siang.

"Sementara ini, kita sudah meminta keterangan korban maupun sejumlah saksi. Untuk ciri-ciri pelaku sudah dikantongi kini dalam penyelidikan," pungkasnya.***


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar