ATC Baru Resmi Dioperasikan

AirNav Berperan Agar Pesawat Tidak Tabrakan di Udara

General Manager AirNav Pekanbaru, Posler Manihuruk saat menggelar konfrensi pers

GILANGNEWS.COM - Tower Air Traffic Controller (ATC) yang dibangun PT Angkasa Pura II pada 2012 lalu, kini menjadi penentu kelancaran arus lalulintas Udara Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II. Meski sudah beroperasi namun belum maksimal, karena masih ada peralatan dalam proses ujicoba, dan peralatan lama tetap dimaksimalkan.

Serah terima pembangunan dilakukan pada 31 Mei 2016  dan baru difungsikan pada 22 November kamarin.

Disampaikan langsung General Manager AirNav Pekanbaru, Posler Manihuruk saat menggelar tower visit, dan monitoring Posko Pemantauan Pelaksanaan Pelayanan Navigasi Penerbangan Natal dan Tahun baru 2018 mulai 18 Desember 2019 - 8 Januari 2018, di Bandara SSK II, Selasa (19/12) pagi.

''Tower setinggi lebih kurang 49 meter ini baru difungsikan pada 22 November kemarin,'' kata Posler di tower ATC.

Direktur Operasi Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia, Wisnu Darjono juga turut hadir dalam monitoring Posko Pemantauan Pelaksanaan Pelayanan Navigasi Penerbangan Natal dan Tahun baru 2018Tower Air Traffic Controller (ATC)

Dikatakan Wisnu, Posko ini dibuka adalah untuk memantau kesiapan layanan navigasi penerbangan natal dan tahun baru. ''Dari 35 bandara se Indonesia, ini menjadi tanggungjawab AirNav Indonesia,'' papar Wisnu.

Dia berharap, dari posko ini, kepada semua pihak diminta untuk tetap mengutamakan safety sesuai dengan SOP penerbangan.

Dalam tower visit ini juga, dia melihat secara langsung kesiapan dari tower ATC dan radar. Karena disebutkannya, dari sini lah pesawat terbang itu dipandu sampai landing dengan baik di bandara tujuan. Selain itu juga pihak AirNav mengenalkan peralatan baru yaitu radar.

Dijelaskannya, untuk Bandara SSK II Pekanbaru ini melayani penerbangan sipil dan militer. sebagai antisipasi keselamatan dan kenyamanan, maka saat posko dibuka penerbangan militer berkurang dan diperbanyak penerbangan sipil. Namun tetap?berkoordinasi dengan pihak bandara, dan Lanud Roesmin Nurjadin.

''Untuk angkutan natal dan tahun baru kami memperidiksikan akan terjadi kenaikan sebesar lima persen,'' jelasnya lagi.

Sejumlah persiapan dilakukan untuk mendukung pelayanan navigasi tetap maksimal di masa liburan panjang tersebut, salah satunya adalah dengan mengoptimalisasikan slot time penerbangangan di seluruh kantor pelayanan, dan ini disebutkan Ibnu berlaku secara nasional.

Karena memang disampaikan Wisnu, pergerakan pesawat pada masa pelaksanaan angkutan Natal dan Tahun baru kerap mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hari biasa.

”Khususnya pada sejumlah bandara origin dan destinasi, peningkatan yang terjadi cukup tinggi. Misalnya di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, dan Adisutjipto Yogjakarta,” ujar Wisnu.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, menurut Wisnu, AirNav Indonesia terus melakukan penyempurnaan untuk mengoptimalkan mekanisme pengajuan slot time yang dilakukan, salah satunya adalah dengan Sistem aplikasi CHRONOS yang merupakan sistem aplikasi real slot yang dibuat oleh AirNav Indonesia.

Sistem ini juga telah dilengkapi dengan Flight Approval (ijin rute) dan kini telah dikembangkan peningkatan kualitasnya, dengan mengintegrasikannya terkait ijin rute, data E-Flight Plan, data cuaca dari BMKG, serta data surveillance.

"CHRONOS berfungsi sebagai Sumber Informasi bagi Unit Pelaksana Koordinasi Slot (UPKS) terkait Ijin Rute dan Flight Approval yang telah diterbitkan oleh Direktorat Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia,'' paparnya.

Selain itu, Aplikasi ini juga ditegaskan dapat memonitor penggunaan slot yang telah diterbitkan baik berupa Ijin Rute maupun Flight Approval dan sebagai alat bantu (tools) evaluasi dan pelaporan penggunaan slot time di 35 (tiga puluh lima) bandar udara terkoordinasi.

Tidak hanya menyiapkan sistem, selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru, AirNav Indonesia juga menyiagakan SDM dengan membuka Posko itu.

”Posko terpadu tersebut bertujuan untuk mengoptimalisasikan dan memonitor kelancaran kegiatan penerbangan, baik di Kantor Pusat maupun di seluruh kantor-kantor cabang. Terutama di bandara-bandara bandara yang berpotensi mengalami peningkatan pergerakan pesawat yang tinggi. Termasuk berkoordinasi dengan seluruh stakeholders penerbangan untuk mengevaluasi kondisi terkini,” tegasnya.(zul)


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar