Dunia

China Masih Jual Minyak ke Korea Utara, Trump Kecewa

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Balai Agung Rakyat China di Beijing.

GILANGNEWS.COM -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kekecewaannya terhadap China yang diduga masih menjual minyak ke Korea Utara.

Dalam kicauannya pada Kamis (28/12/2017), Trump menuliskan pada awal kalimat dengan kata-kata "Caught RED HANDED" yang berarti tertangkap basah.

"Tertangkap basah, sangat kecewa China masih menyediakan minyak untuk Korea Utara. Tidak akan ada solusi bersahabat untuk mengatasi masalah Korea Utara jika hal ini terus terjadi," kicaunya.

Dilansir dari CNN, kicauannya Trump muncul setelah Korea Selatan melaporkan satelitnya menangkap gambar kapal-kapal China memindahkan minyak ke kapal Korea Utara.

Pejabat Gedung Putih dan beberapa Dewan Keamanan Nasional AS tidak dapat menjelaskan kicauan Trump. Mereka memilih tidak menanggapi laporan terbaru dari Korea Selatan.

    Caught RED HANDED - very disappointed that China is allowing oil to go into North Korea. There will never be a friendly solution to the North Korea problem if this continues to happen!
    — Donald J. Trump (@realDonaldTrump) 28 Desember 2017

Kicauan tersebut bisa saja mengacu pada sulitnya pemerintahan Trump meminta China agar semakin menekan Korea Utara.

"Kami menyadari kapal-kapal tertentu telah terlibat dalam kegiatan yang dilarang PBB, termasuk pemindahan minyak sulingan dari kapal ke kapal dan pengangkutan batu bara dari Korea Utara," ujar seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri AS, tanpa menyebut nama.

"Kami mengutuk tindakan ini dana berharap setiap anggota Dewan Keamanan PBB, termasuk China, bekerja sama untuk menghentikan kegiatan penyelundupan," tambahnya.

Pemerintah AS terus mendesak China untuk mengakhiri semua hubungan ekonomi dengan Korea Utara, termasuk di bidang pariwisata, penyediaan produk minyak atau monyak bumi, dan mengusir semua pekerja Korea Utara.

Kementerian Keuangan AS pada November lalu menyatakan serangkaian kegiatan ekspedisi dan perdagangan Korea Utara telah melakukan pemindahan produk seperi minyak dari kapal ke kapal, untuk menghindari sanksi PBB.

"Kami bertekad untuk memaksimalkan tekanan ekonomi untuk mengisolasi Korea Utara dari kegiatan perdagangan dari luar," kata Menteri Keuangan AS, Steve Mnuchin.

Juru bicara Kemenlu China, Hua Chunying membantah kapal China melakukan perdagangan minyak ke Korea Utara.

"Pemerintah China telah secara komprehensif, akurat, setia, dan ketat melaksanakan resolusi PBB terkait Korea Utara," katanya.


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar