Nasional

Tersangka Penganiaya KH Umar Basri Dipastikan Orang Gila

KH Umar Basri dianiaya oleh Asep usai menunaikan salat subuh di musala Al Mufathalah, Cicalengka, Sabtu (27/1/2018).

GILANGNEWS.COM - Tersangka penganiaya KH Umar Basri, Asep (50), dinyatakan mengalami gangguan jiwa alias gila berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan.

Hal itu diungkapkan Ketua Komite Dokter Rumah Sakit Sartika Asih, dr Leony Widjaja yang memeriksa Asep, Senin (29/1/2018).

Leony yang juga dokter spesialis kesehatan jiwa RS Sartika Asih menerangkan, Asep pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jawa Barat selama periode 26 Juni-24 juli 2017.

"Riwayat pengobatan tidak teratur. Menurut pengakuan keluarga, pasien mengalami gangguan berat sejak 15 tahun lalu. Selain itu menderita darah tinggi dan terdapat luka memar dan luka lecet di tangan," kata Leony dalam keterangan kepada awak media.

Selama di RS Sartika Asih, Asep menjalani pemeriksaan dua hari yaitu pada 28-29 Januari 2018.

Adapun perilaku dan aktivitas selama wawancara, kata Leony, Asep berperilaku kurang sopan, tidak menjawab pertanyaan dengan baik, kata-katanya tidak nyambung, roman wajah tampak bermusuhan dan terkadang bicara sendiri.

"Selama wawancara, pasien dapat menjawab tapi tidak nyambung. Ditemukan kesan ada halusinasi dalam pikirannya dan tidak dapat membedakan dunia khayal dan nyata," papar dia.

Untuk mendalami kejiwaan Asep, Leony memberlakukan rawat inap 14 selama hari sambil menunggu pemeriksaan laboratorium. "Hasil konsultasi dari dokter saraf, pasien saraf penuh saat ini belum jelas kelainan memori diagnosis, sementara pseudodemensia," ujarnya.

Di tempat yang sama, psikiater RSJ Jabar, Lenny Irawaty membenarkan bahwa Asep merupakan pasiennya.

"Pertama kali ketika saya mendapat kiriman foto tuan A saya lihat foto yang dikirimkan dan di situ benar sama dengan pasien yang pernah saya rawat demikian identitas administrasinya," tutur Lenny.

Menurut Lenny, Asep pernah dirawat selama 29 hari.

"Lalu pulang dengan perbaikan dan ada instruksi keluarga pasien harus rawat jalan. Namun sampai sekarang saya tidak pernah tahu pasien pernah kontrol atau tidak," jelasnya.

KH Umar Basri dianiaya oleh Asep usai menunaikan salat subuh di musala Al Mufathalah, Cicalengka, Sabtu (27/1/2018). Pemimpin Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka itu babak belur dihajar Asep.

Asep berhasil ditangkap beberapa jam setelah dia kabur dari musala tersebut. Dia ditetapkan sebagai tersangkat penganiaya berdasarkan kecocokan identitas dari sejumlah saksi yang ada di tempat kejadian perkara.


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar