Nasional

Rizieq Sihab Pantau Peta Politik dan Pilkada dari Arab Saudi

Rizieq Shihab tetap memantau perkembangan politik yang ada di Indonesia.
Loading...

GILANGNEWS.COM - Tim Pembela Ulama dan Aktivis menyampaikan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tetap memantau perkembangan politik yang ada di Indonesia, meski saat ini tengah berada di Arab Saudi.

"Beliau senantiasa memantau perkembangan tentang peta politik di Indonesia. Bahkan saya kaget, seluruh kepala daerah itu ada di handphone beliau data-datanya," kata anggota Tim Pembela Ulama dan Aktivis, Razman Arif Nasution di Jakarta, Sabtu (10/2).

Razman mengatakan kepala daerah yang dipantau Rizieq merupakan calon yang akan mengikuti pilkada serentak di 171 wilayah baik tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di Indonesia.

"Artinya apa? 'Bang Razman, saya cinta Indonesia, saya cinta NKRI, saya cinta Bhinneka Tunggal Ika dan saya tidak anti-Pancasila'," ujar Razman menirukan pesan Rizieq.

Loading...

Razman diberi misi khusus bertemu Rizieq dari Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana. Dia mengatakan Rizieq dalam kondisi sehat selama berada di Arab Saudi.

Bahkan menurut Razman, Rizieq juga menikmati hidup di Arab Saudi. Dia saat ini sudah hidup enak dan telah pindah ke rumah yang lebih besar dari sebelumnya.

"Bahkan sudah pindah rumah, lebih besar lagi dari waktu yang beliau tinggali waktu saya ketemu," katanya.

Untuk itu, Razman mengatakan pada waktunya Rizieq akan pulang ke Indonesia jika sudah tidak ada lagi dugaan kriminalisasi maupun diskriminasi yang menimpanya.

"Pesan beliau kita semua harus solid, tidak anti dengan yang tidak beragama Islam, beliau cinta Indonesia karena Islam rahmatan lil alamin," katanya.

Menunggu Istikharah

Sementara itu, Eggi Sudjana mengatakan kepulangan Rizieq pada 21 Februari mendatang masih menunggu hasil istikharah. Eggi telah berkomunikasi dengan Rizieq yang kini masih berada di Mekkah, Arab Saudi.

"Habib sudah menjawab kepada saya, 'Saya mohon diberi kesempatan istikharah' karena sedang di Mekkah jadi lebih afdal di depan kakbah. Itu mekanisme beliau sebagai ulama," kata Eggi.

Selaku penanggungjawab kepulangan Rizieq atas hasil musyawarah kerja nasional (Mukernas) Persaudaraan Alumni 212 akhir Januari lalu, pihaknya meminta agar umat Islam bersabar menunggu hasil istikharah.

"Maka karena itu jawabannya, saya tidak bisa memaksakan ayo pulang, ayo pulang. Juga teman yang sudah viral, mohon hormati istikharahnya," katanya.

Eggi menegaskan, kepulangan Rizieq semata-mata karena ada kerinduan serta keinginan umat yang besar dari hasil Mukernas tersebut. Kepulangan ini disebut bukan keinginan dari Rizieq sendiri.

Menurutnya, istikharah Rizieq berkaitan dengan pro dan kontra yang ditimbulkan ketika pulang ke Indonesia. Akan ada satu peristiwa jika Rizieq pulang dari Arab Saudi.

"Misalnya pendukung Habib, setidaknya pendukung Habib yang ada di sini akan membela habis-habisan bahkan banyak yang viral rela mati sahid," ujarnya.

Sebaliknya, kelompok yang menolak kepulangan Rizieq menghendaki agar Ketua Umum FPI itu langsung ditangkap kepolisian setiba pulang ke Indonesia.

"Karena Habib pernah berpesan kepada saya jangan sampai satu tetes darah tumpah karena semua rakyat dan bangsa Indonesia," ujar Eggi.

Selain itu, jika hasil istikharah menyatakan Rizieq akan kembali ke Indonesia maka dia meminta agar Presiden Joko Widodo dan pemerintah ikut menghormati keputusan itu.

"Maka sudi kiranya pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi, hormatilah kehadiran beliau sebagai anak bangsa juga," katanya.

Menurutnya, lebih baik Rizieq dicaci maki daripada terjadi konflik horizontal ketika kepulangannya mendapat respons negatif dari publik. Hal itu, kata Eggi, untuk menciptakan situasi kondusif di tanah air. Pemerintah pun diminta bersikap kooperatif.

Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni 212 Muh Wahidin mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan pengurus daerah terkait hal ini.

"Saya sudah keliling bahwa tingkat kerinduan umat Islam terhadap beliau sudah tidak tertahankan," ujar Wahidin.

Namun, Wahidin berkata, jika pemerintah tidak merespons dengan baik kepulangan Rizieq, maka kekhawatiran bentrokan antara massa pro dan kontra berpotensi tidak bisa dihindarkan.

Rizieq Shihab direncanakan pulang ke Indonesia pada 21 Februari 2018. Rizieq diketahui pergi ke Arab Saudi setelah namanya terjerat kasus dugaan percakapan konten pornografi.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengungkap pihaknya siap menyambut kedatangan Ketua Front Pembela Islam (FPI) itu. Kedatangan Rizieq menjadi pembahasan dalam Musyawarah Nasional Ulama, Tokoh, dan Aktivis 212 pada 25-27 Januari 2018.


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar