RSD Madani Diresmikan

Firdaus: Untuk Rakyat Riau

Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT memotong pita tanda diresmikannya RSD Pekanbaru Madani

GILANGNEWS.COM - Walikota Pekanbaru DR H Firdaus ST MT, terlihat sumringah. Senyumnya ditebar kemana-mana sambil terus melambaikan tangan ke tamu undangan dan warga yang hadir saat peresmian Rumah Sakit Daerah (RSD) Pekanbaru Madani, beberapa waktu lalu.

Walikota Firdaus pantas saja senang dan bangga, sebab RSD Madani merupakan satu-satunya milik Pemko Pekanbaru dan merupakan komitmennya terhadap masyarakat Pekanbaru khususnya dan Riau pada umumnya.

Sengaja dibangun di daerah strategis yang tengah berkembang pesat, yaitu di Jalan Garuda Sakti Panam. Konsep yang diusung adalah konsep rumah sakit yang ramah atau lebih dikenal dengan istilah green hospital atau ramah secara lingkungan, ramah secara pelayanan serta  fasilitas.

"Masyarakat Pekanbaru telah lama menanti. Selama ini, RSUD Arifin Achmad tidak mampu menampung pasien-pasien yang sebagian besar merupakan pasien dari Kota Pekanbaru. Alhamdulillah, hari ini kita dapat menghadirkan Rumah Sakit Madani untuk masyarakat Pekanbaru khususnya dan Riau umumnya," kata Firdaus.

Konsep Green Hospital, pernah Firdaus laporkan kepada Menteri Kesehatan RI pada tahun 2013. Menteri Kesehatan RI saat itu sangat mengapresiasi konsep Green Hospital. Firdaus bahkan mengatakan, Menteri kesehatan meminta dibuatkan prototype dan dijadikan model ke daerah lainnya.

"Kata Ibu Menkes, konsep green hospital bukan saja bangunannya, tapi juga manajemen dan pelayanan. Dan apa yang ibu Menkes sarankan, kita realisasikan sekarang ini," kata Firdaus.

Firdaus juga menyatakan bahwa untuk awal ini, RS Madani ini akan digratiskan dalam pengobatannya, walau memang belum dapat meng-cover semua pelayanan kesehatan. Selain menggratiskan pelayanan kesehatan di RSD Madani, juga dapat menerima rujukan pasien dari kabupaten/kota lainnya. Dengan pertimbangan RS pemerintah lainnya tidak mampu mengcover pasien.

''Kita memang kekurangan fasilitas kesehatan yang dikelola pemerintah. Apalagi untuk Panam dan Payung Sekaki, selama ini berobat harus ke pusat kota. Kalau tidak harus ke rumah sakit swasta,'' kata Syahrizal, warga Jalan Merpati Sakti, Panam.

Hal sama juga Bustami, Ketua RT di Perumahan Gading Panam. Menurutnya, rumah sakit ini sangat membantu warganya dalam mendapatkan fasilitas kesehatan. Kalau rumah sakit swasta mahal. Kalau dibawa ke RSUD Arifin Achmad terlalu jauh dan terkadang harus menunggu. Pokoknya susahlah. Makanya dengan adanya RSD Madani ini kami sangat terbantu,'' kata Bustami.

RSD adalah proyek multiyears yang didanai pada tiga tahun anggaran. Tahun pertama (2014) pembangunan menghabiskan dana sebesar Rp 6,3 miliar, di tahun kedua (2015) dana yang dikucurkan sebesar Rp 41,4 miliar. Untuk tahun ketiga, menghabiskan dana Rp42,3 miliar. Total dipagu anggaran sebesar Rp90 miliar. Nilai kontraknya Rp80,9 miliar.

RSD tipe C ini nantinya akan melayani kesehatan masyarakat kelas menengah ke bawah, karena memang pemilik kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat, Jaminan Kesehatan Daerah adalah prioritas pelayanan oleh Pemko Pekanbaru.

Walikota Pekanbaru Firdaus mengatakan, pembangunan RSUD Madani Kota Pekanbaru ini menjadi salah satu upaya untuk menuju masyarakat madani yang menjadi tujuan pembangunan yakni masyarakat yang berperadaban, maju, modern dan berkualitas. Dalam mewujudkan masyarakat yang berkualitas, indikator pertamanya adalah kesehatan.

“Indikator pertama untuk mewujudkan masyarakat yang berkualitas ini yang pertama adalah sehat. Karena kesehatan adalah kebutuhan utama masyarakat. Sehat yang dimaksud adalah sehat jasmani dan rohani. Kedua, cerdas yang mengandung arti berpendidikan, menguasai keterampilan dan teknologi. Serta ketiga, berakhlak yang baik dan cinta kepada budaya,” kata Firdaus disela-sela soft launching RSUD Pekanbaru yang dihadiri ribuan masyarakat dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Pekanbaru.

Dikatakan Firdaus, dalam membangun kesehatan jasmani dan rohani tersebut, telah dilakukan beberapa pendekatan seperti di lingkungan RW dan lingkungan masjid yang dalam hal ini adalah masjid paripurna.

“Pendekatan pada kedua tempat ini adalah lingkungan yang bersih, sehat, asri, aman, nyaman dan damai. Nah masyarakat yang tinggal di lingkungan yang bersih dan sehat InsyaAllah akan menjadi masyarakat yang produktif,” ujarnya.

Calon Gubernur Riau ini ini menyebutkan, untuk membangun dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Pekanbaru, tidak hanya melalui pelayanan, Pemko Pekanbaru juga telah menerapkan tiga prinsip.

Prinsip pertama yakni promotif. Artinya, memberi edukasi kepada masyarakat dengan cara membangun lingkungan yang bersih dan sehat serta bagaimana merubah perilaku agar selalu melakukan kegiatan-kegiatan dengan pola hidup sehat dan bersih.

“Kedua, preventif. Ini berarti, bagaimana kita mencegah agar lingkungan tidak semakin tercemar. Seperti jangan sampai sampah membuat parit menjadi tergenang. Seperti kemarin, baru hujan beberapa jam saja, paritnya sudah tergenang. Hal-hal seperti ini kan tidak bisa hanya dipercayakan ke pemerintah saja, tapi ini tanggung jawab kita semua,” ungkap Firdaus.

Tidak hanya RSUD Madani, lanjut Firdaus, Pemko Pekanbaru juga telah memiliki 20 Puskesmas yang terdiri dari 5 Puskesmas rawat inap dan 15 Puskesmas biasa. Khusus untuk RSUD Madani yang dibangun dengan konsep Green Hospital ini juga lengkapi alat kesehatan yang canggih dan sarana ibadah masjid.

“RSUD ini dilengkapi dengan landscape yang tertata rapi dan sangat luas, sehingga menjadikannya sekaligus sebagai rumah sehat. Konsep green hospital menjadi kelebihan tersendiri bagi rumah sakit ini. Dengan pemandangan yang berkonsep hijau dengan landscape gedung yang unik dan menarik menjadikan pasien akan terasa nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, dr Zaini Rizaldy, mengatakan bahwa setelah diresmikannya RSUD Pekanbaru tipe C ini, setidaknya ada 13 pelayanan kesehatan yang akan dilayani oleh 91 tenaga medis untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat Pekanbaru. Antara lain Poli gigi, Poli umum, Poli Spesialis anak, kandungan, paru-paru, THT, Urologi, Jantung, Kulit IGD, laboratorium, bedah plastik dan akupuntur.

“Dengan telah dilakukannya soft launching, tentunya pelayanan-pelayanan yang dimiliki RSUD Pekanbaru akan dapat maksimal bagi masyarakat Pekanbaru,” katanya.

Ditambahkan Zaini, setelah dioperasikannya RSUD tipe C Kota Pekanbaru, Diskes Kota Pekanbaru akan kembali mengupayakan untuk mendapatkan bantuan dana dan Alat Kesehatan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

“Fisik bangunan RSUD kan sudah, untuk itu kita berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan bisa memprioritaskan alat kesehatan yang sudah dijanjikan agar segera diberikan ke Diskes Pekanbaru,” ujarnya sembari menyebut akan terus mengawal bantuan alat kesehatan yang dijanjikan Kemenkes RI. (Advetorial)

 


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar