Nasional

Menanti Jokowi reshuffle kabinet jilid II, siapa menteri tergusur?

Presiden Jokowi
Loading...
Gilangnews.com - Kabar reshuffle kabinet jilid II pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali berhembus kencang. Reshuffle kabinet menjadi topik panas yang paling dinanti publik.
 
Perombakan kabinet kerja diprediksi kuat akan dilakukan dalam minggu-minggu ini. Kuatnya sinyal reshuffle seiring dengan larangan Presiden Jokowi kepada semua menterinya untuk tidak meninggalkan Ibu Kota, Jakarta. 
 
Para menteri kabinet kerja diminta untuk tetap berada di Jakarta dalam sepekan ini. Instruksi Presiden Jokowi itu disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. 
 
Para menteri harus tetap berada di Jakarta dari tanggal 25 Juli hingga 29 Juli 2016. Alasan normatifnya, dalam kurun waktu sepekan ini, Presiden Jokowi mengagendakan sidang paripurna kabinet yang wajib dihadiri semua menteri.
 
"Iya benar (informasi itu)," singkat sumber tersebut saat dikonfirmasi, Minggu (24/7).
 
Setelah Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar bergabung serta mendukung pemerintahan Presiden Jokowi, dorongan reshuffle makin kuat. Perombakan kabinet dilakukan untuk menampung kader dua partai tersebut dan menggeser pos menteri yang diganti.
 
Dalam beberapa hari terakhir ini, Presiden Joko Widodo sering memanggil sejumlah menteri di luar agenda resmi ke Istana Negara, Jakarta. Ada tiga menteri yang dipanggil dan dievaluasi kinerjanya oleh Presiden.
 
Mereka yang dipanggil Presiden Jokowi adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanna Yembise dan Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga.
 
Presiden sebelumnya juga telah memanggil tiga menteri ke Istana secara mendadak, di luar agenda resmi Kepresidenan. Mereka yang dipanggil di antaranya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN Pusat Ferry Mursyidan Baldan.
 
"Sebenarnya evaluasi pembantu presiden, dalam hal ini menteri, dilakukan terus menerus. Tidak pada satu titik waktu tertentu. Memang kalau ditanyakan ada beberapa menteri bertemu dengan Presiden. Saya kira tidak saat hari ini saja, beberapa waktu lalu juga," kata Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/7).
Saat menghadiri silaturahmi nasional yang digelar relawan-relawan, Presiden Jokowi juga meminta masukan dan evaluasi jika ada anak buahnya yang tidak maksimal dalam bekerja. Namun Jokowi tidak mengaitkan pernyataannya dengan isu reshuffle kabinet yang semakin kencang berhembus seiring dipanggilnya beberapa menteri kabinet kerja.
 
"Saya mengajak bapak ibu relawan bergerak bersama-sama. Perubahan-perubahan yang kita lakukan. Kalau ada di instansi, kementerian-kementerian yang perlu diperbaiki tolong bisikkan ke saya. Tolong diinformasikan kepada saya," kata Jokowi.
 
Presiden menuturkan, reformasi bidang hukum tetap berjalan di tengah percepatan pembangunan ekonomi nasional. Reformasi hukum penting dilakukan agar semua warga negara Indonesia punya kedudukan yang sama di mata hukum.
 
Sedangkan Wasekjen Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso yakin jika partainya bakal dapat jatah menteri. Maka dari itu dia antusias menunggu adanya reshuffle jilid II kabinet kerja Jokowi-JK.
 
"Dengan Golkar dukung pemerintah pasti akan mengalokasikan. Soal siapa orangnya saya yakin Golkar dapat jatah. Tapi orangnya siapa, Pak Jokowi yang tentukan. Tapi yakin," kata Bowo di Jakarta, Jumat (15/7) pekan kemarin.
 
Namun anggota Komisi VI DPR tersebut berharap partainya mendapat jatah menteri ekonomi atau menteri desa. Saat ini posisi menteri ekonomi ditempati Bambang Brodjonegoro dan Menteri Desa dijabat Marwan Jafar dari PKB.
 
"Mengurus rakyat kan di desa. Menyejahterakan rakyat ekonomi. Itu kalau dibolehin milih," tuturnya.
 
Bowo juga menilai Menteri BUMN Rini Soemarno bakal direshuffle. Sebab hingga saat ini penolakan terhadap Rini masih keras di DPR. Jika Rini diganti, dia menganggap hubungan pemerintah dan DPR akan semakin baik.
 
Selain Rini, kinerja Menteri Perdagangan Thomas Lembong dianggap kurang bagus. Dia minta Lembong turut dievaluasi.
 
"Kinerja menteri perdagangan tidak bagus. Harapan kami mudah-mudahan presiden segera evaluasi kinerja perdagangan," tandasnya.
 
Partai Amanat Nasional (PAN) sendiri mengaku telah mempersiapkan sejumlah kader terbaiknya, terkait rencana reshuffle kabinet yang akan dilakukan oleh Presiden Jokowi. Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan, karena reshuffle merupakan prerogatif presiden, maka pihaknya akan selalu sedia manakala diajak bergabung dalam kabinet Jokowi-JK saat ini.
 
"Dari dulu PAN memang sifatnya menunggu saja. Karena itu hak prerogatif presiden. Kalau diajak, kami sudah siapkan kader," kata Yandri beberapa waktu lalu.
 
Isu perombakan menteri ini juga disambut antusias para politisi khususnya partai pendukung pemerintah. Kebanyakan dari mereka tak mau jatah menterinya diambil oleh Partai Golkar dan PAN yang notabene pendukung pemerintah yang masuk belakangan.
 
Lalu, siapa menteri yang akan bergeser dan tergusur?  [P]
 
Sumber Merdeka.com


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar