Nasional

Rizieq 'batal' pulang, Amien Rais peringatkan 'Jokowi jangan macam-macam'

Rizieq Shihab disebut akan kembali ke tanah air dan FPI tak rela jika Rizieq diambil polisi.
Loading...

GILANGNEWS.COM - Pendiri organisasi Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dipastikan batal pulang ke Indonesia, pada Rabu (21/02), walau kelompok Persaudaraan 212 telah membentuk panitia untuk menyambutnya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Kepastian itu dikemukakan pengacara Rizieq, Kapitra Ampera, kepada BBC Indonesia.

"Batal," kata Kapitra saat dimintai konfirmasi mengenai kepulangan Rizieq Shihab.

"Belum waktunya," timpalnya, saat ditanya mengapa Rizieq membatalkan kepulangan ke Indonesia.

Loading...

Sebagaimana dilaporkan Detik.com, kabar mengenai pembatalan rencana kepulangan Rizieq berkumandang melalui sambungan telepon yang diperdengarkan kepada jemaah di Masjid Baitul Amal Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (21/2).

"Walaupun saya senantiasa beriktikad sekeluarga untuk pulang pada hari ini, untuk jaga-jaga jika di menit terakhir bisyarah sekeluarga bisa segera pulang, namun sampai saat ini saya belum mendapatkan bisyarah yang bagus, apalagi bisyarah yang menggembirakan," ujar Rizieq.

"Jadi hari ini saya harus menunda dulu kepulangan saya," lanjutnya.

Kapankah Rizieq akan pulang? Yang bersangkutan tidak memberi kepastian.

"Karena harus menunggu bisyarah sehingga pulang di waktu yang tepat dan saya akan tetap istikharah mohon petunjuk Allah SWT agar dapat bisyarah dan bisa. Jika seluruhnya sudah dapat keputusannya, maka saya sendiri yang akan mengumumkan kepada umat Islam di Indonesia tentang kepulangan saya Insya Allah," papar Rizieq.

Sebelumnya, Persaudaraan Alumni 212 mengingatkan pemerintah untuk tidak mengambil paksa Rizieq Shihab ketika tiba di Tanah Air. Front Pembela Islam (FPI) mengajak umatnya untuk melindungi Shihab jika ditangkap aparat setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

"Kalau polisi ambil paksa, kami akan ambil paksa kembali imam kami," kata Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif, dalam konferensi pers di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta, Selasa (20/2).

Kelompok Persaudaraan 212 juga membentuk panitia penyambutan imam besar (PPIB) Habib Rizieq untuk menyambut di bandara. Mereka akan melindungi Rizieq jika aparat menangkapnya.

Pembina Persaudaraan Alumni 212, Amien Rais, bahkan memperingatkan Presiden Joko Widodo.

"Jadi ini langsung Pak Jokowi saya sampaikan hati-hati. Anda adalah lurah negeri ini, beri tahu aparat keamanan jangan jumawa, jangan takabur, karena kita juga pemilik sah negeri ini. Negeri ini milik kita semua, jadi jangan macam-macam," pungkasnya.

Rizieq kabur ke luar negeri sejak 26 April 2017 setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam beberapa kasus pidana, antara lain dugaan pornografi bersama tersangka lain Firza Husein, dan kasus penghinaan dasar negara yang kasusnya ditangani Polda Jawa Barat.

Polisi sendiri mengaku belum bisa memastikan apakah Rizieq akan jadi pulang ke Indonesia. Juru bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, juga tidak bisa memastikan apakah langsung menangkap Rizieq atau tidak.

"Tergantung situasi," kata Setyo.

Massa sudah berdatangan ke sekitar bandara

Menurut Slamet, massa pendukung Rizieq sudah mulai berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia sejak Selasa (20/02) malam. Mereka ada yang berasal dari Lampung, Madura, Banten, Surabaya, hingga Kalimantan.

Mereka terkonsentrasi dan berkumpul di Masjid Baitul Amal, Cengkareng. Rencananya mereka menginap di sana untuk berjalan kaki ke Terminal 2D menjemput Rizieq yang diperkirakan pesawatnya mendarat pukul 09.00 besok.

"Malam ini kita buat tabligh akbar dan istigosah di sana sampai besok kita jemput Habib Rizieq di bandara. Massa akan terpusat di sana," ujar Slamet, yang juga juru bicara Front Pembela Islam (FPI).

Dia memperkirakan akan ada ribuan massa yang hadir untuk menjemput Rizieq kembali ke Indonesia. "Kami punya kewajiban untuk menyambut dan mengawal beliau," kata Slamet.

Di sekitar Masjid Baitul Amal, kata Slamet, sudah banyak polisi yang diturunkan untuk mengamankan atau menjaga kerumunan massa. Demikian juga di dalam bandara. "Sudah kayak cendol banyak coklatnya," kata dia.

Koordinator lapangan penjemputan Rizieq, M Rifky atau yang biasa dipanggil Bang Ekki, mengatakan bahwa mereka tidak akan mundur meski akan dihadang aparat. Mereka berusaha untuk kooperatif dengan aparat.

"Kami berharap habib tiba tanpa ada korban dan gesekan. Kami tidak akan memulai, tapi jangan dimulai (oleh aparat) juga. Kami berharap tidak ada korban dan tidak ada darah (yang tumpah)," kata Ekki.

Dia mengatakan massa ingin menjemput Rizieq karena sudah merindukan yang bersangkutan. Oleh karena itu, Ekki berharap aparat tidak menghalangi rencana mereka menyambut langsung di bandara.

Perihal menjemput Rizieq, menurut dia, tidak perlu ijin polisi karena mereka bukan berdemo. Ia menyamakan penjemputan ini sama seperti menjemput kerabat yang pulang dari ibadah haji maupun umrah di luar negeri.

"Tidak ada kata mundur buat kami karena ini keistiqomahan kami menjaga ulama," kata Ekki.

Bagaimana kepastian Rizieq pulang sekarang?

Seorang diplomat Indonesia yang bertugas di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah mengaku tidak mengetahui rencana kepulangan Rizieq tersebut. "Saya belum punya infonya," kata dia yang enggan disebutkan namanya.

FPI sendiri mengaku menyiapkan semua penjemputan itu untuk menyambut imam mereka Rizieq Shihab yang berencana pulang. Apakah Rizieq bisa dipastikan akan tiba di Indonesia besok, FPI juga tidak bisa memastikan.

"Ketika Habib Rizieq Shihab mengatakan pulang, kami siap. Sebaliknya, ketika tidak jadi pulang, kami pun akan sami'na waatho'na. Sampai detik ini belum ada ucapan beliau akan batal pulang," kata Slamet.

Hingga rencana kepulangan ini, sudah ada beberapa kali pihak FPI mengklaim bahwa Rizieq akan pulang karena dicari-cari aparat keamanan. Pertama adalah pada Juli 2017, kemudian saat bulan puasa tanggal 12 Juni 2017, lalu September 2017.

Terakhir gembar-gembor Rizieq akan pulang adalah ketika diadakannya reuni dan musyawarah nasional aksi 212 yang digelar pada 2 Desember 2017. Namun semuanya tidak terbukti.

Menurut Slamet, yang membedakan kali ini adalah sebelumnya tidak ada dibentuk panitia penjemputan. Kedua, juga tidak ada pengerahan massa ke sekitar bandara.

Tuntutan alumni 212 buat pemerintah

Persaudaraan Alumni 212 menyerukan pemerintah untuk bisa memfasilitasi dan menjamin keamanan Rizieq yang hendak pulang ke Indonesia.

Slamet mengingatkan pemerintah untuk bisa mengubah sikap terhadap Rizieq Shihab. "Masih ada waktu bagi pemerintah untuk berlaku baik terhadap beliau. Stop kriminalisasi ulama," kata dia.

FPI maupun Persaudaraan Alumni 212 menuntut agar pemerintah tidak arogan, jangan bertindak tidak adil dan mengkriminalisasi ulama.

Pembina Persaudaraan Alumni 212, Amien Rais, mengingatkan pemerintahan Joko Widodo untuk tidak takabur dan jumawa dalam menangani Rizieq Shihab.

"Tuduhan pornografi itu dibanding dengan prostitusi Alexis tidak ada seperseribunya kalau dibandingkan," kata Amien.

Amien mengingatkan agar pemerintah berhati-hati dengan gerakan Islam. "Umat Islam tidak pernah cari gara-gara. Tapi kalau imam besarnya diplintir proses hukum untuk memojokkan, saya sudah mengingatkan untuk hati-hati," ujar Amien.

Menurut Amien, semua dalam aksi bela Islam berlangsung damai. Bahkan, "tidak ada rumput yang diinjak, dan tidak ada tanaman tercerabut."


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar