Pekanbaru

Mantan Kapolda Riau 'Jenderal Penangkal Karhutlah' Meninggal Dunia

Brigjen Supriyanto (Depan) semasa dinasnya menjadi Kapolda Riau, saat meninjau lokasi Karhutla di Rohil.

GILANGNEWS.COM - Brigjen Supriyanto, mantan Kapolda Riau periode Maret - Oktober 2016 yang kini menjabat selaku Karobindiklat Mabes Polri, dikabarkan menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (4/3/2018) pagi tadi, di RSCM Jakarta.

Pesan singkat terkait berpulangnya Almarhum juga beredar dikalangan kepolisian di Provinsi Riau, tempat Brigjen Supriyanto pernah bertugas selaku Kapolda selama sekitar tujuh bulan lamanya.

Wartawan dan media pun memastikan kebenaran informasi yang beredar ini kesejumlah perwira yang bertugas di Mabes Polri. Kabarnya sebelum meninggal dunia, Brigjen Supriyanto sempat tak sadarkan diri di ruang kerjanya, setelah selesai mandi dan hendak berangkat Shalat Jumat, lusa lalu.

Perwira Tinggi (Pati) kelahiran tahun 1963 silam tersebut kemudian langsung dibawa ke RS Bhayangkara Sespimma Ciputat untuk mendapat penanganan awal, dan sempat dirujuk ke RS Kramat Jati, kemudian ke RSCM.

Dikonfirmasi kemudian kepada Irjen Dolly Bambang Hermawan (Mantan Kapolda Riau sebelum Brigjen Supriyanto, red), turut membenarkan terkait kepulangan Almarhum Supriyanto.

"Benar, pagi tadi. Mohon doanya dari rekan-rekan di Riau. Saat ini saya kebetulan sedang diperjalanan ke rumah duka," jawabnya melalui sambungan telepon.

Hal yang sama juga diakui Irjen Zulkarnain, mantan Kapolda Riau yang menggantikan posisi Almarhum Supriyanto saat itu selaku Kapolda. "Benar, saya dapat informasinya, meninggal dunia pagi tadi sekitar jam 06.00 WIB," singkat Kapolda Sumsel tersebut melalui telepon.

Kini Jenderal Penangkal Karhutla (Kebakaran Lahan dan Hutan) itu sudah tiada, meninggalkan sejuta cerita dan kesan, selama bertugas di Provinsi Riau. Semasa dia pula, Negeri Lancang Kuning mampu menangkal ulang tahun asap ke 19 tahun.

Berkat kerja kerasnya, bencana asap yang melanda Riau selama 18 tahun dapat dicegah dan gagal berulang ditahunnya ke 19. Bukan perkara mudah ketika itu, membuat Brigjen Supriyanto harus turun langsung memadamkan api di lahan yang terbakar.

Ia blusukan ke daerah Karhutla di Riau bersama jajarannya untuk bahu membahu memadamkan api bersama segenap Satgas darat, diantaranya TNI dan masyarakat serta instansi terkait lainnya.

Jenderal bintang satu tersebut juga dikenal taat, bahkan rutin berpuasa Senin-Kamis. Ketika dulu disibukkan dalam penanganan kebakaran lahan dan hutan, ia tak pernah melewatkan puasa, dan tak jarang berbuka di lapangan (Lahan terbakar, red).

Berbuka puasanya pun sederhana, hanya dengan air mineral dan memakan permen jahe yang selalu ia bawa ke mana-mana. Katanya saat itu, permen jahe tak pernah lupa dibawa dan dikonsumsi untuk mencegah masuk angin.

Bahkan kabarnya, sehari sebelum dirinya sakit dan tak sadarkan diri di ruang kerja (Tepatnya Kamis, red), Supriyanto masih menjalankan puasa Senin-Kamis. Informasinya, Almarhum akan dimakamkan Minggu siang di TPU Tanah Kusir.


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar