Hukrim

Derita Calista, Bayi 15 Bulan Disiksa oleh Ibu Kandung 

Sinta (27) ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan putri kandungnya, Calista (15 bulan).

GILANGNEWS.COM - Di foto itu, Calista mengenakan baju ungu dan memakai jepit warna pink. Pada foto saat sehat, bayi 15 bulan itu tampak manis. Foto itu diunggah beberapa warganet yang menyertakan doa, juga tak sedikit yang menuliskan kata umpatan kepada pelaku penganiaya. 

Calista dirawat di ruang PICU RSUD Karawang sejak 10 Maret 2018 dengan luka di sekujur tubuhnya. Hingga 14 hari dirawat, kondisi Calista belum mengalami kemajuan. Ia masih mengandalkan alat bantu pernapasan. 

Tersangka penganiayaan Berdasarkan hasil visum dan kesesuaian keterangan saksi-saksi, polisi menetapkan Sinta (27), ibu kandung Calista, sebagai tersangka penganiaya. 

"Hasil visum menunjukkan luka kekerasan fisik secara berkepanjangan. Tersangka (Sinta) juga mengakui perbuatannya," ujar Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan. 


Hendy menyebut, kekerasan fisik yang dialami Calista berlangsung sejak dua bulan terakhir. Sementara Sinta dan Calista tinggal di rumah Darja, pacar Sinta, di Kampung Iplik, Desa Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, sejak Februari 2018. 

Polisi menyebut, tekanan ekonomi menjadi motif Sinta melakukan kekerasan terhadap Calista sebagai pelampiasan kekesalan. Sinta merupakan orangtua tunggal bagi Calista. Saat ditanya soal keberadaan ayah kandung Calista, Sinta tak menjawab. Ia hanya terisak. 

Hendy mengatakan, Sinta juga menyebut pacarnya, D, juga menganiaya Calista. Hanya saja, polisi belum mempunyai cukup bukti keterlibatan D. D sendiri cukup kooperatif saat dimintai keterangan. 

"Kami akan terus melakukan penyelidikan," kata Hendy. 

Case Manager PICU RSUD Karawang Nia Kaniasari menyebut, keluarga (Sinta) berniat membawa pulang paksa Calista. Akan tetapi, pihak RSUD Karawang menolak permintaan tersebut lantaran kondisi Calista belum membaik. 

"Keluarga minta pulang paksa. Tetapi, kami tidak perbolehkan karena kondisinya masih bergantung alat bantu pernapasan dan tidak memungkinkan dibawa pulang," ujar Nia. 

Kondisi Calista 

Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan mengungkapkan, infeksi pada mata Calista bukan luka biasa, melainkan akibat benturan di bagian kepala dan menimbulkan pendarahan di mata bayi tersebut. 

"Berdasarkan keterangan saksi, tersangka membenturkan bayi tersebut ke tembok dan jatuh mengenai rak piring," imbuhnya. 

Case Manager PICU RSUD Karawang Nia Kaniasari menyebut, meski detak jantung masih ada, reflek Calista cenderung menurun. 

Pihaknya menyebut terdapat infeksi pada kornea mata Calista yang menghalangi masuknya cahaya. Ia juga menduga terjadi peradangan otak sehingga menyebabkan Calista belum sadar. Akan tetapi, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut karena CT scan belum dilakukan. 

"Kondisi pasien (Calista) yang sepenuhnya mengandalkan alat bantu pernapasan tidak memungkinkan dilakukan CT scan," tambahnya. Sempat tuding pacar Ibu korban, Sinta, mengaku melihat pacarnya (D) menggigit Calista pada bagian dada. 

"Saya lihat ininya (dada) pukul 04.00 subuh digigit sama dia. Saking kencangnya digigit gitu, enggak berdarah cuma ada tapaknya (bekasnya) doang," ujar Sinta. 

Menurut Sinta, sang pacar khawatir tangis Calista akan membuat berisik orangtuanya yang saat itu tengah tidur. "Ya, namanya juga anak kecil suka nangis, tetapi dia enggak mau anak kecil berisik," tambahnya. 

Bahkan, kata dia, kepala Calista pernah dijitak, punggung dipukul, dan tangannya seperti disulut rokok. Tiap kali ia membereskan rumah, Calista menangis histeris saat digendong sang pacar. 

"(Calista) sudah dua kali kejang-kejang. Ini yang terakhir kejang," kata Sinta.


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar