Politik

Berita Khusus Pilgubri 2018 Semokel Dilarang, 5.000 Warga Meranti 'Hijrah' ke Malaysia, Firdaus Mint

GILANGNEWS.COM - Pasangan nomor urut 3, Dr H Firdaus ST MT- H Rusli Effendi menghadiri beberapa titik kampanye dialogis zona Kepulauan Meranti, Ahad (8/4/2018).

Pasangan Firdaus - Rusli mendapat banyak aspirasi dan dukungan dari masyarakat Kepulauan Meranti, sekaligus berbagai macam masukan agar diberikan solusi dari setiap permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat saat ini.

Firdaus sebagai salah satu tokoh masyarakat Kepulauan Meranti juga sebagai penggerak tim pemenangan Firdaus - Rusli di Kepulauan Meranti menyebutkan beberapa permasalahan dibidang ekonomi yang terjadi pada masyarakat Meranti saat ini.

"Nama saya Firdaus pak... satu nama kita pak, sembari tersenyum kepada Dr Firdaus. Pak tolong segera carikan kami solusi jalan keluarnya agar kami tetap bisa hidup pak..." ucap Firdaus kepada paslon nomor tiga ini.

Kehidupan masyarakat Meranti sebelumnya sebagian besar sebagai semokel (penyelundup barang luar negeri,red), dan sekarang pekerjaan itu terhenti karena saat ini adanya peraturan yang melarang kegiatan semokel yang mana menjadi mata pencarian sebagian besar masyarakat Meranti selama ini.

"Dengan terhentinya kegiatan semokel menyebabkan angka pengangguran semakin tinggi, sehingga dampak dari hilangnya lapangan pekerjaan membuat masyarakat mengadu nasib bekerja di negeri seberang seperti malaysia salah satunya. Saat ini ada sekitar 5.000 orang dari 103 tiga desa kelurahan yang ada di Kepulauan Meranti yang bekerja di Malaysia,'' kata Firdaus.

Saat ini keseharian masyarakat Kepulauan Meranti hanya sebagai nelayan dan ada sebagian yang berkebun memotong karet, dengan hasil karet yang tidak produktif karena kebun yang digarap tergolong kebun yang sudah tua yang seharusnya harus dilakukan pembaruan lagi.

Dengan persoalan yang terjadi pada masyarakat Meranti saat ini tentu berjalan lurus dengan Visi dan Misi yang digarap pasangan Firdaus - Rusli, yang mana membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan penyediaan lapangan pekerjaan melalui masuknya investasi ke kepulauan meranti tepatnya.

Menanggapi keluh kesah warga bernama Firdaus itu, Calon Gubernur Riau, Firdaus mengungkapkan pentingnya menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Firdaus - Rusli akan menyiapkan program beasiswa untuk 1.000 sarjana s2 dan s3 selama lima tahun, yang mana nanti akan kita kirim ke beberapa negara seperti Mesir, Amerika, Eropa dan lain sebagainya.

Juga untuk mengatasi sulitnya lapangan pekerjaan maka kita akan usahakan investor masuk untuk berinvestasi di Meranti tepatnya agar peluang kerja tercipta.

''Kita juga bisa gerakkan pabrik olahan sagu sebagai industri dengan prospek yang cukup bagus dan juga menyiapkan industri hilirnya,'' kata dia.

Firdaus juga menambahkan, dengan masuknya investor dan SDM yang berkualitas tentu perlu juga ditopang dengan adanya infrastuktur dasar seperti jalan, jembatan, listrik, air bersih, dan telekomunikasi, agar proses keluar masuknya barang dari wilayah industri ke pasar berjalan lancar.

"Firdaus menambahkan untuk urusan peraturan lintas batas yang menjadi penyebab dilarangnya kegiatan semokel saat ini, maka nantinya jika kami terpilih insha Allah akan kami dudukan persoalan ini dengan pemerintah pusat agar diberikan sedikit kelonggaran regulasi perlintasan batas dan jangan diperlakukan sama di seluruh indonesia. Kebijakan tersebut bisa mengacu pada kebijakan perdagangan lintas batas seperti di wilayah Batam dan sekitarnya," Harapan Firdaus.

Kampanye dialogis yang dilangsungkan di Hotel Grand Indobaru Selat Panjang bersama ikatan keluarga kampar selat panjang (IKKSP) berjalan sangat hangat mengingat Firdaus putra asli Kabupaten Kampar tepatnya di Muara Uwai.


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar