Pekanbaru

Lecehkan Wartawan, PWI Pekanbaru Minta Korban Lapor Penegak Hukum Ketua PWI Pekanbaru kecam pegawai

Ilustrasi.
Loading...

GILANGNEWS.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pekanbaru kecam keras atas sikap salah seorang karyawan perempuan PT Kiblatain Jaya Wisata Cabang Riau yang melecehkan profesi wartawan saat tiga orang wartawan media lokal menanyakan kepada kepala cabang tentang batalnya keberangkatan sekitar 50 orang jemaah umrah yang sudah mendaftar ke pihak travel.

"Saya dari PWI Pekanbaru mengecam ujaran itu, ini harus diproses hukum. Rasanya tidak pantas ujaran itu di sampaikan ke wartawan yang medianya jelas," kata Agustiar, Ketua PWI Kota Pekanbaru kepada wartawan, Selasa (10/04/18).

Pihaknya pun mengecam atas tindakan arogan salah seorang karyawan perempuan tersebut. Ia meminta kepada wartawan yang bersangkutan agar melaporkan hal ini ke pihak kepolisian supaya diproses secara hukum.

"Kami minta agar wartawan yang dilecehkan agar melapor ke penegak hukum biar diproses secara hukum. Jika diperlukan, kami dari PWI Kota Pekanbaru siap memberikan pendampingan hukum," ungkapnya.

Loading...

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus PT Kiblatain Jaya Wisata, travel umrah dan haji plus cabang Riau semakin menjadi-jadi. Setelah sebelumnya, gagal memberangkatkan sekitar 50 jemaah umrah, kali ini salah seorang perempuan yang diduga karyawan PT Kiblatain Jaya Wisata, dengan tidak merasa bersalah lecehkan profesi wartawan.

Pelecehan ini dialami tiga orang wartawan yang ingin menanyakan perihal batalnya keberangkatan sekitar 50 jemaah umrah ke tanah suci. Ketiga wartawan tersebut yakni, Nanda dari media cetak Riau Pos, Abul dari media riauonline.co.id dan Romi dari media bertuahpos.com.

"Tapi wanita (perempuan, red) itu tetap ngotot dan emosi. Dia bilang, kalian pergilah dari sini. Cari uang kok kayak gini," kata Abul menirukan perkataan perempuan itu kepada wartawan, Selasa (10/04/18).

Mendengar ucapan itu, Abul bersama Nanda dan Romi menjelaskan bahwa apa yang ia ucapkan merupakan bentuk penghinaan terhadap profesi wartawan dan bisa dilaporkan ke pihak kepolisian. Perempuan yang saat itu mengenakan kerudung hitam itu malah menantang agar dilaporkan sekarang juga.

"Dia tantang supaya dilaporkan. Katanya kalau perlu telfon Kapolda sekarang juga dihadapan dia," ingat Abul.

Lebih lanjut Abul kembali menceritakan kronologis kejadian. Awalnya, ia, Nanda dan Romi mendatangi Kantor PT Kiblatain Jaya Wisata Cabang Riau yang berada di Jalan Imam Munandar, Pekanbaru.

Setibanya di lokasi, Abul dan temannya bertemu langsung dengan Kepala Cabang Riau PT Kiblatain Jaya Wisata, Muslim. Saat hendak dikonfirmasi, Muslim menolak untuk diwawancara. Setelah itu, ia sempat memoto ke-3 wartawan yang berada di lokasi.

"Dia menolak dengan alasan bukan dalam kapasitas menjelaskan. Kami tidak permasalahkan kalau dia menolak. Setelah itu dia langsung mengambil hp dan memoto kami," jelas Abul.

Tidak lama setelah itu, salah seorang dari dua perempuan yang diduga karyawan PT Kiblatain Jaya Wisata yang berada di kantor itu dengan nada sedikit berteriak meminta agar wartawan tidak memberitakan masalah gagalnya keberangkatan 50 jamaah umroh yang mendaftar lewat PT Kiblatain Jaya Wisata Cabang Riau. Ia bahkan menuding seluruh pemberitaan yang ada saat ini adalah fitnah.

Mendengar pernyataan itu, Romi bernama Nanda menjelaskan jika memang pemberitaan selama ini adalah fitnah dan inilah waktunya pihak perusahaan menjelaskan. Namun sebut Abul, perempuan tersebut malah mengeluarkan kata-kata yang menghina profesi wartawan.

Sementara itu, Nanda mengatakan apa yang dikatakan Abul adalah benar. Segala bukti pun sudah disimpan, termasuk rekaman ucapan perempuan tersebut. Ia pun berencana akan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian.

Untuk diketahui, PT Kiblatain Jaya Wisata Riau merupakan agen travel yang tengah tersandung masalah dalam memberangkatkan 50 jemaah umroh dari Riau. Saat ini tengah berlangsung proses mediasi antara jemaah dengan pihak travel agen.


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar