Nasional

Transaksi Properti di Asia Pasifik Menurun

The Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH) memasukkan Shanghai Tower sebagai gedung berkategori megatall akibat tingginya yang lebih dari 600 meter, yakni 632 meter.
Loading...
Gilangnews.com - Volume transaksi properti di Asia Pasifik sedikit menyusut pada kuartal II-2016 setelah penguatan kinerja di Singapura dan hasil stabil di Jepang dan Australia dilawan oleh jatuhnya investasi di Hongkong dan China daratan.
 
Penurunan juga terjadi pada sektor investasi sebesar 8 persen secara tahunan atau dibanding tahun lalu dalam tiga bulan terakhir menjadi 28,3 miliar dollar Amerika Serikat (AS).
 
Menurut data aliran modal global Jones Lang LaSalle (JLL) terbaru, volume investasi total selama semester I-2016 mencapai 54 miliar dollar AS. Angka itu cenderung stabil bila dibandingkan pada periode yang sama tahun 2015.
 
Jumlah investasi pada kuartal II-2016 12 persen lebih tinggi dibanding tiga bulan pertama pada awal tahun karena dipengaruhi oleh kinerja kuat di Singapura.
 
"Investor lintas perbatasan tetap aktif di kedua sisi, menyumbang sepertiga dari total volume investasi pada kuartal tersebut kendati arus investasi antar regional telah jatuh," kata Kepala Penelitian Pasar Modal Asia Pasifik JLL Megan Walters.
 
Arus modal pembeli antar kawasan atau pembelian di Asia Pasifik oleh investor di luar wilayah tersebut turun 21 persen pada kuartal II-2016 ke 4,4 miliar dollar AS.
 
Hal ini terjadi lantaran beberapa investor menunda transaksi mereka dalam ketidakpastian ekonomi.
 
Sedangkan volume transaksi pembeli dalam kawasan Asia Pasifik justru meningkat hingga 3,1 miliar dollar AS bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,9 miliar dollar AS.
 
"Di beberapa pasar dalam wilayah, jatuhnya obligasi global mendorong imbal hasil Grade A mencapai rekor tertinggi, meskipun dengan tarif rendah," kata Walters.
 
Oleh sebab itu, ke depannya, Walters berharap volatilitas pasar keuangan mampu meningkatkan daya tarik beberapa pasar Asia Pasifik sebagai tujuan utama modal global.
 
Walters juga menegaskan angka-angka yang terbukukan selama kuartal II-2016 bukan merupakan imbas dari Brexit.
 
"Mungkin terlalu awal untuk melihat dampak langsung dari Brexit terhadap investasi properti secara regional," pungkas dia.  [P]
 
Sumber Kompas.com


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar