Dunia

Hawaii Hadapi Lava Baru Kilauea yang Lebih Besar

Ilmuwan Hawaii bersiap mengantisipasi aliran lava baru yang dianggap sebagai ancaman lebih besar dari Gunung Kilauea yang erupsi sejak 3 Mei lalu.

GILANGNEWS.COM - Sejumlah ilmuwan memperkirakan aliran lava panas bakal kembali menyerang Pulau Besar, Kepulauan Hawaii, yang berasal dari aktivitas vulkanik Gunung Kilaeua yang meletus pada 3 Mei 2018 lalu.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (12/5), sejumlah ilmuwan memperkirakan aliran lava panas tersebut merupakan ancaman yang lebih besar dibandingkan luberan magma yang meluluhlantakkan pemukiman dan memaksa ribuan warga mengungsi beberapa waktu lalu.

Ilmuwan Hawaiian Volcano Observatory Tina Neal mengatakan bahwa magma saat ini bergerak di bawah tanah, di dalam kawah salah satu gunung berapi teraktif di dunia itu.

Aliran lava panas tersebut berisiko menyembur ke permukaan dengan cepat dan membawa muatan gas yang lebih beracun.

"Saat aliran magma yang lebih baru, panas, dan mengandung gas berhasil ke permukaan, kita kemungkinan akan melihat tingkat erupsi yang lebih besar dan tinggi," ujar Neal.

Sebanyak 15 belas retakan besar menganga di sisi timur Kilauea sejak letusan yang terjadi delapan hari lalu.

Retakan vulkanik tersebut menyemburkan magma yang relatif dingin dan bergerak lamban dibandingkan magma yang keluar dari kejadian serupa pada 1955 silam.

Saat ini, magma yang lebih segar bisa saja kembali mengalir ke permukaan menyusul semburan yang telah terjadi.

Para ahli geologi memperkirakan semburan lava cair baru akan terjadi di sekitar kawasan pemukiman Leilani, tepatnya di tenggara distrik Puna atau sekitar 32 km di selatan Hilo. Di area tersebut, sebanyak 27 pemukiman telah hancur dan sekitar 1.900 penduduk telah dievakuasi.

Penduduk setempat mendapatkan peringatan melalui pesan singkat pada pukul 11 siang yang menyatakan bahwa mereka memiliki waktu sempit atau bahkan tidak ada waktu untuk menyelamatkan diri jika terjadi erupsi berikutnya.

"Kami mengatakan kepada penduduk untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Mereka harus memiliki rencana A, B, dan C," ujar salah seorang petugas wilayah setempat, Roann Okumura.

Sementara penduduk setempat menghadapi semburan lava dan gas beracun, letusan Gunung Kilauea juga membuat sejumlah daerah mendapatkan hujan abu yang mengganggu penglihatan dan pernafasan.

Selain itu, kabut asap vulkanis juga berpotensi bergerak hingga ratusan kilometer dari Kilauea. Beberapa masyarakat di ibu kota Hawaii Honolulu, yang berjarak sekitar 340 km ke arah barat laut dari Pulau Oahu, mengeluhkan kondisi berkabut terjadi pada Jumat (11/5), waktu setempat.


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar