Pekanbaru

Filosofi ‘Teh Tarik’ Dalam Dialog Santai antara Hinca Panjaitan dan Firdaus

Hinca Panjaitan saat meracik "Teh Tarik" bersama Cagubri Firdaus dan Ketua Demokrat Riau Asri Auzar.

GILANGNEWS.COM - Ada yang menarik dari kunjungan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan ke Pekanbaru. Selain bersilaturahmi bersama pengurus DPD Partai Demokrat Riau dan para kader, Hinca juga terlihat menikmati obrolan santai dengan kader partai yang dia pimpin yang juga calon gubernur Riau, DR H Firdaus, ST, MT, walikota Pekanbaru (non aktif).

Firdaus juga mengaku kagum pada sang Sekjend, terutama saat Hinca memperlihatkan kebolehannya membuat teh tarik.

“Pagi tadi saya bersama Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, dan terkejut serta kagum saya, ternyata beliau punya skill terpendam, hehe…” sebut Firdaus sambil tertawa kepada Hinca Panjaitan, Sabtu 12 Mei 2018.

Saat mendengar pujian Firdaus, Hinca Panjaitan juga tak mau kalah. Dia juga mengatakan bahwa membuat teh tarik itu punya arti filosofis yang berkenaan dengan politik. Sebagai Sekjend partai yang mengurusi mesin organisasi, baginya membuat teh tarik juga mengajarkannya bagaimana cara memimpin dan membesarkan partai, termasuk memenangkan paslon yang didukung oleh Partai Demokrat.

“Begini lah cara kami memenangkan nomor 3 (Firdaus-Rusli, red), ditarik dan di kumpul kan.” ucap Hinca Panjaitan sambil memperlihatkan skill membuat teh tarik.

Saat ditanya mengenai sosok Firdaus, Hinca hanya berkomentar pendek saja sambil merangkul bahu Firdaus.

“Pak Fir ini sahabat saya, udah lama kali kami kenal. Lama kalilah pokoknya…” imbuhnya.

Seperti diketahui, teh tarik adalah minuman manis perpaduan antara teh dan susu. Cara membuatnya dengan menggabungkan teh dan susu lalu dituangkan melalui udara antara dua cangkir, terus-menerus sampai mencapai tekstur yang kaya dan berbusa.

Pembuat teh tarik yang terampil bagaikan seniman, tidak pernah menumpahkan setetes pun! Lebih dari sekadar kecakapan memainkan pertunjukan dan tradisi, menuangkan teh tarik melalui udara bermaksud untuk mendinginkan teh dan menghasilkan lapisan berbusa di permukaan minuman. Minuman ini banyak di temukan di Asia Tenggara. Di Sumatera minuman ini tidak asing lagi, apalagi Riau. Hampir semua kedai kopi menjualnya. Ada yang dibuat sendiri dan ada juga yang sachet.

“Minuman ini biasanya dijual oleh Mamak (orang India Muslim) di Malaysia, tapi di Riau, masyarakat melayu sudah sangat mengenal lama.” jelas Firdaus.


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar