Pekanbaru

Tunggu Pelanggan Hingga Layani Pria Hidung Belang, 50 Orang Diamankan Satpol PP dari Tempat Pijat Pl

Kasatpol PP Pekanbaru Agus Pramono sedang memproses 50 orang yang terjaring razia di tempat pijat plus-plus.
Loading...

GILANGNEWS.COM - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru - Riau, merazia sejumlah tempat pijat yang diduga disalahgunakan menjadi tempat prostitusi, Kamis (26/7/2018) sore. Hasilnya, 50 orang berhasil terjaring dan diamankan petugas.

Bahkan ada yang diamankan saat berduaan dan wanita terapis di dalam kamar pijat, tepatnya di komplek Nangka Sari Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Mereka pun tak bisa berkutik lagi dan langsung dibawa masuk ke dalam truk Satpol PP.

Selain itu, para wanita tersebut juga ada yang diamankan saat sedang menunggu pengunjung di tempat pijat ini. Saat diperiksa, mereka tidak mengantongi Kartu Tanda Penduduk (KTP). Dandanan wanita-wanita tersebut juga seronok dan seksi.

Pantauan GoRiau.com, ada sejumlah tempat yang disasar, diantaranya tempat pijat di Nangka Sari, kemudian di seputaran Patung Kuda Simpang SKA, pijat di Jalan Arjuna, seputaran Jalan Soekarno Hatta sampai ke Jalan Kartama dan Air Hitam.

Loading...

Kasatpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono usai razia menjelaskan, aktivitas tersebut diambil tindakan lantaran menganggu ketertiban umum. "Ini sudah banyak laporan yang masuk ke kita. Kita ambil langkah penertiban sesuai peraturannya," kata Agus.

"Ini upaya kita untuk meniadakan, meminimalisir kalau bisa hilang semua praktik prostitusi. Setelah Maredan kita nyatakan tutup sejak Minggu, kita sisir tempat lain. Hari ini kita jalankan, dan yang lain nunggu giliran," pertegas Kasatpol PP Pekanbaru.

50 orang yang terjaring ini selanjutnya didata identitasnya, lalu membuat perjanjian agar tidak mengulangi perbuatan serupa. Sementara pengelolanya akan dipanggil terkait perizinannya. "Karena kita tidak mengeluarkan izin pijat plus-plus, mungkkn disalahgunakan untuk yang lain," pungkasnya.

Dipastikan Agus, razia serupa tidak akan berhenti digelar, jika masih ada yang coba-coba buka praktik prostitusi terselubung, berkedok pijat plus-plus. Ini juga merupakan sanksi soal bagi mereka yang terjaring, agar jera dikemudian hari.


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar