Nasional

Empat Lokasi di Jayapura Jadi Tempat Transit Ganja Asal Papua Niugini

Kapolres Kota Jayapura AKBP Marison Tober Sirait saat memberikan sosialisasi bahaya narkoba di Kampung Argapura Laut, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Jumat (5/8/2016).
Gilangnews.com - Ada empat lokasi di Kota Jayapura, Papua, yang dinilai rawan terjadi transaksi narkoba ganja, yang didatangkan melalui Papua Niugini dengan menggunakan transportasi laut.
 
Empat lokasi itu adalah Hamadi, Dok IX, Dok VIII, dan Kampung Argapura Laut atau biasa dikenal dengan sebutan Kampung Vietnam.
 
Pada Rabu (3/8/2016) lalu, 250 aparat keamanan yang dipimpin Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua berhasil mengamankan 12 warga PNG dengan barang bukti 60 bungkus ganja kering dan 40 butir amunisi untuk senjata jenis revolver. Dua warga berinisial R dan L telah ditetapkan sebagai tersangka.
 
Kapolres Kota Jayapura AKBP Marison Tober Sirait mengatakan, polisi telah mengidentifikasi tempat-tempat di Jayapura yang menjadi lokasi transit peredaran ganja dari PNG, baik melalui jalur laut maupun darat.
 
"Kami telah menyiapkan upaya hukum di tempat-tempat itu. Akan tetapi, kami juga mengutamakan upaya pembinaan bagi warga yang bermukim di lokasi tersebut sebagai langkah pencegahan," kata Marison seusai memberikan sosialisasi bagi warga di Kampung Argapura Laut, Kelurahan Argapura, Jumat (5/8/2016).
 
Polres Kota Jayapura telah menyiapkan Program Kampung Anti Narkoba di lokasi-lokasi yang marak terjadi peredaran narkoba. Program ini hadir atas permintaan warga yang tak mau anak-anaknya terjerumus dalam peredaran ganja.
 
"Dengan program ini, kami akan menyiapkan pos pengaduan. Apabila warga melihat ada orang asing yang mencurigakan atau transaksi ganja di kampungnya, maka segera laporkan kepada polisi. Kami akan menyembunyikan identitas pelapor demi keamanannya," kata Marison.
 
Ia mengharapkan warga berani mengikutkan kerabatnya yang menjadi pengguna narkoba dalam program rehabilitasi yang disiapkan Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua.
 
"Para pemakai ganja bukan orang yang jahat. Mereka hanya sakit dan butuh penanganan khusus agar dapat kembali ke tengah masyarakat," kata dia.
 
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Jayapura AKP Abraham Soumilena mengatakan, pihaknya akan menyiapkan pos polisi di empat lokasi yang dinilai rawan terjadi peredaran ganja asal PNG.
 
"Saat ini yang menjadi prioritas kami adalah pembangunan pos polisi di Argapura Laut atau Kampung Vietnam yang marak terjadi peredaran ganja. Kami telah menyiapkan lahannya," kata Abraham.
 
Ketua RW 03 Kelurahan Argapura Jack Karubaba mengatakan, banyak pemuda setempat yang terjerumus dalam peredaran ganja bersama warga PNG karena faktor ekonomi dan kurangnya lapangan pekerjaan.
 
"Sebanyak 130 keluarga di Argapura hanya berprofesi sebagai nelayan tradisional. Karena itu, banyak pemuda mudah tergoda untuk mengedarkan barang haram itu," ujar Jack.
 
[P]
 
Sumber Kompas.com


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar