Politik

HRS Center Terbentuk, Wadah Baru Perjuangan Rizieq Shihab

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

GILANGNEWS.COM - Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab membentuk HRS Center. Lembaga yang menggunakan inisial namanya (Habib Rizieq Shihab) itu diharapkan dapat menjadi wadah perjuangan baru dari pentolan Front Pembela Islam (FPI).

Ketua HRS Center Abdul Choir Ramadhan mengatakan HRS Center merupakan lembaga kajian ilmiah strategis yang bertujuan menjadikan Indonesia lebih baik dari sisi keumatan hingga kebangsaan.

Menurutnya, kajian-kajian yang dibuat diharapkan dapat menjadi pijakan untuk kepentingan bersifat strategis dan dapat dipakai oleh DPR dalam merumuskan Undang-Undang (UU).

"Jadi kaya naskah akademik. Dan bukan hanya itu saja, yang kami inginkan juga tumbuhnya kesatuan pendapat, konsepsi, kesatuan intelektual juga di antara anak bangsa," kata Abdul kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (18/8).

Abdul membantah kabar bahwa HRS Center dibangun atas dasar kepentingan politik. Ia menegaskan HRS Center murni sebagai lembaga kajian strategis saja.

"Kami tidak punya kepentingan politik apapun yang bersifat pragmatis," ungkapnya.

HRS dibentuk Sabtu (18/8) di Hotel, Jakarta Pusat. Dalam pembentukan lembaga itu Rizieq sempat memberikan pesan melalui sambungan telepon dari Mekkah. Pria yang kini menetap di Arab Saudi pasca-ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi itu juga sempat memberikan pandangannya terkait HRS Center.

Rizieq mengatakan awalnya sempat merasa risi lantaran lembaga itu menggunakan inisial namanya. Sebab, Rizieq khawatir penggunaan inisial namanya bakal menjadi ganjalan untuk perkembangan lembaga itu ke depannya.

Namun, setelah diskusi panjang dengan para penggagas melalui pesan singkat dan media sosial, ia akhirnya menerima, karena HRS Center mempunyai kesamaan visi dan misi.

"Saya perhatikan visi HRS Center menjadi pusat kajian ilmiah dan strategis berdasarkan prinsip syariat Islam guna pengembangan ilmu pengetahuan dan kemaslahatan umat. Maka saya bahagia karena sesuai dengan prinsip juang saya, yaitu ayat suci harus selalu berada di atas ayat konstitusi," ujarnya.

Rizieq berharap hasil kajian HRS center menjadi referensi yang bernilai bagi akademisi, praktisi, mahasiswa, dan pelajar.

"Serta mendayagunakan kerjasama ormas-ormas Islam dan pondok pesantren," kata Rizieq.

Ia pun berharap dari HRS Center ke depan bakal membuat diskusi terbatas khusus untuk membahas kajian keilmuan tertentu yang hasilnya dapat disebarluaskan.

Sementara juru bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin mengatakan HRS Center merupakan wadah umat Islam yang peduli atas nasib bangsa yang menurutnya sedang terpuruk.

"[HRS] center ini untuk bersama-sama bahu membahu dengan semangat membangun bangsa yang beradab untuk melakukan kajian ilmiah untuk menghadapi masalah kebangsaan dalam bidang apapun," katanya, "Untuk ini menjadi bangsa yang berdaulat penuh yang menjadi tuan di negaranya sendiri yang makmur, adil dan berkah."


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar