Nasional

TNI Imbau Masyarakat Palu Tak Cegat Truk Tangki BBM

Warga Palu mengambil BBM dari tangki penyimpanan bahan bakar di SPBU, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9).

GILANGNEWS.COM - Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Inf Muhammad Thohir mengimbau kepada masyarakat Palu, Sulawesi Tengah, untuk mengadang truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM).

Thohir menyampaikan jika pendistribusian tersebut berjalan lancar maka masyarakat akan lebih cepat mendapatkan pasokan BBM.

"Saya imbau kepada masyarakat agar ikut serta mendukung pendistribusian, jangan lagi ada pengadangan dan penjarahan terhadap tangki bbm," kata Thohir di Korem 132/Tadulako, Selasa (2/10).

BBM seperti bensin, solar, dan minyak goreng memang jadi salah satu barang yang langka ditemui di Palu usai daerah itu diguncang gempa magnitudo 7,7 pada Jumat (28/9).

Kelangkaan BBM membuat warga tak hanya mencegat truk pengangkut BBM, melainkan juga mengambil persediaan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Thohir mengungkapkan dari pengecekan personel di beberapa SPBU pasca gempa dan tsunami, ada empat yang mengalami kerusakan di Palu.

"Empat mengalami kerusakan ada dua dalam kondisi baik yang siap beroperasi, kami dengar ini sudah diperbaiki," ujarnya.

Thohir menyampaikan SPBU dapat segera beroperasi. Selain itu ia berharap 45 ton BBM yang sudah ada di Palu bisa segera disalurkan sehingga kebutuhan masyarakat Palu terhadap BBM bisa terpenuhi.

"Sekali lagi saya ingatkan saya mohon kepada seluruh masyatakat tidak ada lagi yang melakukan pencegatan atau perusakan apalagi penyanderaan atau menghambat distribusi BBM" tuturnya.

Ia menyatakan akan ada tindakan tegas kepada masyarakat yang melakukan pengadangan terhadap truk tanki BBM.

"Tindakan tegas itu pasti," katanya.

Selain pencegatan dan pengambilan BBM, sebagian warga di Palu juga melakukan penjarahan di sejumlah toko yang menjual barang kebutuhan sehari-hari.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut maraknya penjarahan pasca-gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, karena warga dalam situasi panik dan kebutuhan sehari-hari terbatas.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pada periode ini, korban mengalami trauma atas bencana. Ditambah lagi di sana masih sering terjadi gempa susulan.

"Ada masa-masa yang namanya periode panik. Panik itu terjadi, pertama mereka masih trauma dengan kejadian bencana yang ada di sana, apalagi gempa susulan masih berlangsung," kata Sutopo di Graha BNPB, Jakarta.

Presiden Jokowi telah menginstruksikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengerahkan pasukan menjaga objek vital termasuk toko-toko penjual kebutuhan keseharian.

Penjagaan itu, kata Jokowi, agar roda perekonomian di Palu bisa segera pulih pasca gempa.


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar