Nasional

Kasus Ratna Sarumpaet: Amien Rais 'dikawal 300 pengacara dan massa 212,' polisi turunkan 3244 petuga

Mantan Ketua MPR Amien Rais bersiap menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10) sebagai saksi kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

GILANGNEWS.COM - Akhirnya Amien Rais memenuhi panggilan kepolisian terkait kasus Ratna Sarumpaet, dan sebelum menjalani pemeriksaan sebagai saksi ia mengatakan bahwa pemanggilannya 'sangat janggal.'

"Surat panggilan untuk saya tertanggal dua Oktober, padahal kepolisian baru menangkap Ratna Sarumpaet pada 4 Oktober. Jadi surat panggilan pada saya sudah dibuat sebelumnya," kata Amien Rais kepada wartawan yang mengerubunginya di depan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

"Apakah ini upaya kriminalisasi? Wallahualam," Amien melontarkan pertanyaan retorik.

Amien Rais juga menyebut, bahwa hal itu juga disebut dalam pernyataan juru bicara kepolisian Setyo Wasisto, yang rekaman videonya ia perlihatkan kepada para wartawan.

Hal lain, katanya pula, terkait surat panggilan yang menyebut namanya secara tidak lengkap dan salah ejaan. Disebutnya, nama lengkapnya adalah Muhammad Amien Rais, namun surat pemanggilannya hanya mencantumkan nama Amien Rais saja, tanpa Muhammad.

Mantan Ketua MPR itu melontarkan pertanyaan yang menuduh kepolisian alergi terhadap nama depannya.

Amien kemudian melangkah ke urusan yang tak terkait dengan kasusnya.

"Terkait KPK, saya menyerukan kepada Presiden Joko Widodo agar Kapolri Tito Karnavian segera dicopot. Alasannya, silakan lihat sendiri," katanya sembari membentangkan halaman sebuah harian yang memberitakan dugaan aliran dana terhadap sejumlah perwira, termasuk Tito Karnavian tatkala menjabat sebagai Kapolda Jakarta.

Amien Rais diperiksa polisi sebagai saksi kasus kabar bohong dan hoaks yang melibatkan Ratna Sarumpaet, anggota tim kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno waktu itu.

Amien Rais adalah salah satu dari sejumlah orang yang ikut jumpa pers yang dilakukan Prabowo terkait pengakuan Ratna Sarumpaet bahwa ia dianiaya, sebelum kemudian Ratna mengakui bahwa lebam-lebam di wajahnya itu adalah akibat penyedotan lemak di pipi, dan bahwa cerita penganiayaan itu adalah bohong.

Ratna Sarumpaet ditangkap pada tanggal 4 Oktober di Bandara Soekarno Hatta, tatkala hendak berangkat ke Chile untuk mengikuti kongres internasional dramawan perempuan.

Amien Rais sempat tak memenuhi panggilan polisi, sebelum akhirnya datang hari Rabu (10/10) ini.

Habiburachman dari Tim Prabowo-Sandiaga menyatakan bahwa setidaknya 300 pengacara siap membela Amien Rais, selain massa 212. Ia menyatakan pula bahwa ribuan 'alumni 212' siap mengawal Amien Rais dalam menjalani pemeriksaan itu.

Sementara itu, juru bicara Polda Metro Jaya, Argo Yuwono mengatakan bahwa kepolisian mendapat laporan bahwa pengamanan pemeriksaan ini melibatkan 3.244 anggota polisi.


[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar