Ekonomi

Gara-gara Brexit, Rupiah Menguat Tipis Rp14.107 per Dolar AS

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Loading...

GILANGNEWS.COM - Nilai tukar rupiah pada perdagangan sore ini menguat tipis ke posisi Rp14.103 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi ini menguat 0,03 persen dibandingkan penutupan kemarin di posisi Rp14.107 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.119 per dolar AS, atau melemah dibanding kemarin yakni Rp14.106 per dolar AS.

Bersama rupiah, sebagian mata uang Asia juga terlihat menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina menguat 0,15 persen terhadap dolar AS, ringgit Malaysia 0,07 persen, yuan China 0,04 persen, dan baht Thailand menguat 0,03 persen.

Sementara dolar Hong Kong dan dolar Singapura masing-masing melemah 0,01 persen. Yen Jepang dan rupee India juga lemah sebesar 0,14 persen dan 0,18 persen. Kemudian, won Korea Selatan melemah paling dalam sebesar 0,23 persen.

Loading...

Di sisi lain, mata uang negara-negara maju terlihat bervariasi. Euro dan poundsterling Inggris masing-masing menguat 0,05 persen dan 0,01 persen. Sedangkan dolar Australia malah melemah 0,21 persen terhadap dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan sebenarnya hari ini banyak sentimen yang mewarnai pergerakan rupiah, baik dari sisi positif maupun negatif.

Sentimen negatif berasal dari prediksi Fitch Ratings yang memangkas pertumbuhan ekonomi zona Eropa dari 1,8 persen ke 1 persen di tahun ini. Kemudian, kelanjutan negosiasi perang dagang juga masih akan berlanjut di Washington DC di akhir Februari hingga awal Maret mendatang, sehingga pelaku pasar juga bersikap wait and see.

Maka dari itu, tak heran jika rupiah pada pagi hari ini bergerak melemah. Namun kemudian, rupiah perlahan bergerak menguat lagi seiring kelanjutan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, atau kerap disebut Brexit.

Rencananya, Perdana Menteri Theresa May mengadakan pertemuan di Brussels untuk merevisi proposal Brexit yang sebelumnya ditolak parlemen Inggris.

"Jadi memang di awal rupiah melemah, namun kemudian itu ditopang oleh faktor Brexit. Itu sebabnya penguatan rupiah hari ini cenderung terbatas," ujar Ibrahim kepada media, Selasa (19/2).


Loading...

[Ikuti GilangNews.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar