Saudi Lindungi Fasilitas Minyak Setelah Serangan di Irak

Selasa, 14 Januari 2020 | 10:15:12 WIB
Fasilitas minyak Aramco di Jubeil, 600 kilometer dari Riyadh, Arab Saudi. Foto diambil 3 Mei 2009.

GILANGNEWS.COM - Menteri Energi Arab Saudi mengatakan Kerajaan telah mengambil segala tindakan pencegahan untuk memastikan keamanan fasilitas minyak setelah serentetan serangan muncul di Irak.

"Kami telah mengambil setiap langkah pencegahan," kata Menteri Abdulaziz bin Salman Al-Saud, Senin (13/1/2020).

Pangeran tersebut menjawab pertanyaan soal apakah kerajaan telah meningkatkan pengamanan setelah Amerika Serikat dan Iran melancarkan serangan di kawasan itu.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Ketika berbicara pada sebuah ajang industri di Dahran, Pangeran Abdulaziz mengatakan kerajaan dalam Januari dan Februari akan memproduksi 7,74 juta barel minyak per hari.

    Ia juga mengatakan kepatuhan Irak terhadap aturan OPEC soal penurunan produksi minyak telah meningkat pada Desember dan ketentuan itu diharapkan akan dipatuhi secara penuh pada Januari.

    Terkini