Kisah Dokter di Wuhan: Kelelahan, Dipukuli, Diancam Dibunuh Pasien Corona

Selasa, 04 Februari 2020 | 09:33:19 WIB

GILANGNEWS.COM - Wabah virus corona di China dan sejumlah negara lain meninggalkan kegelisahan bagi staf medis. Para dokter di China bahkan mengaku kewalahan menghadapi pasien dalam jumlah yang banyak.

Mereka mengaku secara tak langsung mendapat ancaman dari pasien yang gelisah menunggu antrean di tengah musim dingin.

Dialihbahasakan dari South China Morning Post, Senin (3/2/2020), para pasien mulai panik dan putus asa setelah menunggu berjam-jam di rumah sakit untuk mendapat perawatan.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • "Semua pasien gelisah. Beberapa dari mereka menjadi putus asa setelah menunggu berjam-jam saat musim dingin," ucap seorang dokter dari Rumah Sakit Wuhan.

    Dokter itu juga mengungkapkan, seorang pasien bahkan berniat menyerang para staf medis karena kesal terlalu lama mengantre.

    "Saya mendengar seorang dari antrean, dia telah menunggu sangat lama sehingga ingin menikam kami. Saya khawatir akan hal itu," imbuhnya.

    Tapi ia mengatakan, "Membunuh beberapa orang dari kami tidak akan mengurangi antrean kan?"

    Akibat antrean pasien yang mengular setiap harinya, dokter itupun sudah dua minggu tidak pulang ke rumah.

    Bahkan ketika shift malam, sudah ada 150 pasien yang mengantre di ruang perawatan.

    Sebelumnya, dua dokter dipukuli oleh keluarga pasien yang menderita pneumonia akibat terjangkit virus. Salah satu pakaian pelindung dokter pun turut dirobek.

    Tak ayal, kekhawatiran akan kekerasan yang dilancarkan pasien yang lelah menghantui para dokter di Wuhan.

    Untuk diketahui, jumlah kematian akibat virus corona di China terus saja bertambah setiap hari. Hingga Senin (3/2) pagi, total korban tewas akibat coronavirus mencapai 360 orang.

    Data itu melebihi angka kematian akibat wabah Sindrom Pernafasan Akut atau SARS pada 2002-2003 di China.

    Pemerintah China menyebut, pihak berwenang di Provinsi Hubei yang merupakan daerah pertama munculnya virus corona menyatakan ada 56 kematian baru pada Senin.

    Terkini