Kasus Covid-19 India Lampaui China

Ahad, 17 Mei 2020 | 10:15:24 WIB
Bendera India.

GILANGNEWS.COM - Jumlah kasus virus vorona tipe baru atau Covid-19 di India telah melampaui China, Sabtu (16/5). Kementerian Kesehatan India mencatat jumlah kasus kini mencapai 85.940.

China telah melaporkan 82.933 kasus. Sedangkan 4.633 kematian tercatat sejak awal wabah Desember lalu.

Di India, dengan 103 kematian baru pada Sabtu, jumlah kematian India telah meningkat menjadi 2.752. India berada di peringkat 11 di antara negara-negara yang melaporkan jumlah kasus terkonfirmasi tertinggi di dunia.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Kendati demikian, sekitar 30.152 orang telah pulih di India sejauh ini. Maharashtra adalah negara bagian yang paling parah terkena dampaknya dengan 29.100 kasus Covid-19. Negara bagian Tamil Nadu di selatan telah melaporkan 10.108 kasus, sementara negara bagian barat Gujarat telah melaporkan 9.931 kasus sejauh ini.

    Maharashtra juga memiliki jumlah kematian tertinggi dengan catatan kematian 1.068bjiwa. Lebih dari 1.000 polisi di negara bagian itu telah tertular virus itu dan 10 dari mereka telah meninggal sejauh ini.

    Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi menerapkan aturan lockdown atau karantina nasional ketat tiga pekan sejak 24 Maret untuk mengekang penyebaran virus. Lockdown kemuduan diperpanjang hingga 3 Mei dan kembali diperpanjang hingga 17 Mei.

    Pemerintah Modi akan segera mengumumkan keputusan apakah akan memperpanjang lockdown kembali setelah 17 Mei atau tidak. Banyak negara bagian yang telah menyarankan pelonggaran lockdown untuk menghidupkan kembali ekonomi. Namun, awal pekan ini, Modi mengatakan bahwa langkah lockdown akan diterapkan berbeda daripada sebelumnya dengan tetap memperharikan protokol kesehatan yang ketata.

    Terkini