Kematian karena Corona Tinggi, India Tebang Pohon Taman Kota untuk Kremasi

Rabu, 28 April 2021 | 10:43:45 WIB

GILANGNEWS.COM - India kini menghadapi krisis virus corona paling parah sejak pandemi tahun lalu. Angka kematian yang tinggi membuat krematorium bekerja nyaris tanpa henti.

Selasa (27/4/2021), pemerintah India kini kewalahan mencari kayu bakar untuk membakar jenazah, sementara korban virus corona terus meningkat.

Di kota yang memiliki kasus harian tertinggi, New Delhi, ambulans tampak antre untuk kremasi jenazah.

  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • Baca Juga PLN UID Riau dan Kepri Lakukan Edukasi kepada Stakeholder dan Masyarakat Pekanbaru
  • Baca Juga PLN Buka Suara soal Tuduhan Bayar THR Tak Sesuai Aturan
  • Delhi telah mengkremasi begitu banyak jenazah sehingga pihak berwenang mendapatkan permintaan untuk mulai menebang pohon di taman kota untuk dijadikan kayu bakar kremasi.

    Di pusat kota Bhopal, beberapa krematorium telah meningkatkan kapasitasnya dari puluhan tumpukan kayu menjadi lebih dari 50.

    Di krematorium Bhadbhada Vishram Ghat di kota itu, para pekerja mengkremasi lebih dari 110 orang pada hari Sabtu, bahkan ketika angka pemerintah di kota yang berpenduduk 1,8 juta itu menyebutkan jumlah total kematian hanya 10.

    “Virus itu menelan penduduk kota kami seperti monster,” kata Mamtesh Sharma, seorang pejabat di situs tersebut.

    Negara berpenduduk hampir 1,4 miliar orang itu mencatat rekor global infeksi harian baru untuk hari kelima berturut-turut pada hari Senin. 352.991 kasus baru mendorong total India melebihi 17 juta, di belakang Amerika Serikat.

    Kematian meningkat 2.812 dalam 24 jam terakhir, sehingga total kematian menjadi 195.123, kata kementerian kesehatan, meskipun jumlahnya diyakini sangat sedikit.

    Terkini

    Harga CPO Riau Awal 2026 Fluktuatif namun Cenderung Menguat

    Selasa, 13 Januari 2026 | 20:49:12 WIB