Dunia Internasional Harus Hentikan Tragedi Kemanusiaan di Ghouta Timur

Selasa, 27 Februari 2018 | 11:28:11 WIB
Seorang warga Suriah menggendong seorang bayi melewati puing-puing, saat serangan udara tengah terjadi di kota Douma, Ghouta, Suriah, Minggu (13/12/2015).

GILANGNEWS.COM - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyatakan kesedihan yang mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Ghouta Timur, Suriah.

Melalui media massa dan media sosial, menurutnya masyarakat telah menyaksikan rakyat sipil termasuk sebagian besar anak-anak menjadi korban kebiadaban perang antara Pemerintah Suriah dan kelompok yang bertikai.

Ia pun meminta agar kekerasan segera dihentikan, sebab rakyat sipil dan anak-anak turut menjadi korban.

  • Baca Juga Menjaga Terangnya Idulfitri, PLN UID Riau dan Kepri Siaga Amankan Pasokan Listrik
  • Baca Juga Wako Agung Nugroho Minta Tambahan SPKLU di Pekanbaru
  • Baca Juga Warga Apresiasi Respons Cepat PLN Tingkatkan Kualitas Layanan Kelistrikan di Harapan Jaya Pekanbaru
  • Baca Juga Mulai Juni 2025, Pemerintah Berikan Diskon Listrik 50% untuk Pelanggan Tertentu
  • "Hentikan kekerasan sekarang juga yang membunuh rakyat sipil dan anak-anak. Rasa kemanusiaan kita mendidih menyaksikan anak-anak, wanita, dan orang tua hancur tubuhnya menjadi korban kebiadaban perang," ujar Jazuli, melalui keterangannya, Senin (26/2/2018).

    Untuk itu, Anggota Komisi I ini berharap dunia internasional melalui PBB bisa mengambil langkah multilateral untuk menghentikan tragedi kemanusiaan tersebut.

    Ia juga berharap agar dilakukannya intervensi kemanusiaan untuk menyelamatkan warga sipil termasuk anak-anak korban perang.

    "Kami juga berharap Pemerintah Indonesia memberikan tekanan kuat baik secara bilateral maupun multilateral agar khususnya Pemerintah Suriah menghentikan pertikaian dan penyerangan yang menyasar rakyat sipil," katanya.

    Jangan sampai Indonesia hanya bisa meratapi dengan kepedihan sementara pembantaian rakyat sipil tak berdosa terus berlangsung.

    "Tak peduli siapapun yang bertikai, perang dan pembantaian ini harus dihentikan. Ini tanggung jawab kemanusiaan kita terhadap warga dunia," pungkasnya.

    Terkini