Gandeng PPATK, Polri telusuri aliran dana hacker Surabaya Black Hat

Selasa, 20 Maret 2018 | 16:34:57 WIB

GILANGNEWS.COM - Polri tengah menelusuri aliran dana kelompok hacker Surabaya Black Hat (SBH) yang telah meretas 600 website dan sistem di 44 negara. Dalam hal ini, Polri menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, kerja sama ini dilakukan untuk mempermudah penyidik mengetahui sumber dana yang mengalir ke rekening kelompok peretas tersebut.

"Ini sedang didalami terkait dengan jejaringnya mereka ke mana, pasti akan mengarah ke rekening. Mereka terima dari siapa saja," katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20/3).

  • Baca Juga Wali Kota Pekanbaru: Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sudah Jangkau 60 Persen Anak Sekolah
  • Baca Juga Henny Sasmita Wahid Kunjungi Buluh Cina, Dorong Orang Tua Rutin Bawa Anak ke Posyandu
  • Baca Juga Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Tinjau PKG di SMA Negeri 2 Pekanbaru
  • Baca Juga TP PKK Riau Apresiasi Pekanbaru atas Capaian Imunisasi Bayi Lengkap
  • Setyo melanjutkan, penyidik dalam waktu dekat ini segera mengirimkan surat ke PPATK untuk menelusuri rekening SBH. Laporan PPATK nantinya akan dijadikan sebagai petunjuk untuk mengetahui aliran dana hacker tersebut.

    "Nanti dari sana (PPATK) akan keluar laporan hasil analisa yang akan dikirim ke penyidik, lalu penyidik akan mendalami siapa-siapa dan dicek kebenaran sumbernya," kata dia.

    Meski begitu, Polri sejauh ini belum menemukan adanya pihak lain yang diuntungkan dalam aksi hacking tersebut. Polri memastikan aksi tersebut dilakukan SBH sendiri.

    "Hacker kan mereka kerja sendiri yang ujungnya pemerasan," ucap Setyo.

    Terkini