PEKANBARU – Dalam upaya meningkatkan transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran, Komisi II DPRD Kota Pekanbaru menggelar rapat hearing bersama Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru pada Senin (13/1/2025).
Rapat ini membahas realisasi anggaran Distankan tahun 2024 yang mencapai Rp14 miliar dari total APBD Murni sebesar Rp18,6 miliar dan APBD Perubahan (APBD-P) sebesar Rp20 miliar. Meski demikian, masih terdapat tunda bayar sekitar Rp700 juta yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru, Zainal Arifin SE MH, memberikan apresiasi atas kinerja Distankan dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2024.
Capaian retribusi PAD yang diperoleh dari sektor rumah potong hewan (RPH) dan rumah potong unggas bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
“Capaian realisasinya cukup bagus. Ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) serta tunda bayar yang masih menjadi perhatian, namun pencapaian target PAD yang melampaui 100 persen dari beberapa sektor patut diapresiasi. Dari berbagai dinas penghasil PAD, hanya dua yang mencapai target, salah satunya Distankan,” ujar Zainal.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari optimalisasi retribusi yang dilakukan oleh Distankan. Namun, untuk ke depannya, Zainal menegaskan perlunya peningkatan pengelolaan retribusi, terutama dari sektor rumah potong hewan.
Salah satu langkah strategis yang didorong oleh Komisi II adalah penertiban rumah potong hewan ilegal yang masih beroperasi tanpa izin.
“Kami mendorong Distankan untuk lebih aktif dalam menertibkan rumah potong hewan ilegal. Banyaknya usaha rumah potong yang beroperasi tanpa izin tentu berpotensi mengurangi penerimaan PAD. Jika dikelola dengan baik, retribusi dari sektor ini bisa menjadi salah satu sumber pemasukan daerah yang lebih besar,” tambahnya.
Zainal menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap usaha rumah potong yang tidak resmi agar retribusi yang dihasilkan dapat disalurkan dengan optimal ke dalam kas daerah.
Dengan strategi yang tepat, diharapkan Distankan mampu meningkatkan kontribusinya terhadap PAD serta memastikan sektor pertanian dan perikanan di Pekanbaru terus berkembang secara berkelanjutan.
Melalui hearing ini, Komisi II DPRD Pekanbaru berharap Distankan dapat terus berinovasi dalam mengelola potensi PAD yang ada. Langkah-langkah strategis seperti peningkatan fasilitas, digitalisasi retribusi, dan penguatan regulasi diharapkan dapat semakin mendorong optimalisasi pendapatan daerah demi kesejahteraan masyarakat Pekanbaru. (*)
Galery Foto Kegiatan :
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
| Editor | : | |
| Sumber | : | GN 1 |