PEKANBARU – Komisi II DPRD Kota Pekanbaru menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru serta dua pengelola parkir, yakni PT Yabisa Sukses Mandiri (YSM) dan PT Secure Parking, pada Senin (20/1/2025). Hearing ini membahas optimalisasi sistem perparkiran di Kota Pekanbaru, termasuk inovasi dalam metode pembayaran.
Dalam pertemuan tersebut, anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka, menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan parkir. Salah satu usulan utama adalah penerapan sistem pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).
Menurutnya, penggunaan mesin Electronic Data Capture (EDC) yang disediakan oleh PT YSM sudah kurang relevan di era digital saat ini.
“PT Yabisa harus berinovasi dalam sistem digitalisasi parkir. Tidak mungkin selama 10 tahun kontrak berjalan tanpa adanya inovasi. Sistem EDC yang mereka siapkan sudah kurang praktis karena masih menggunakan kartu. Sekarang hampir semua orang menggunakan ponsel untuk transaksi. Maka dari itu, kami mendorong agar sistem QRIS segera diterapkan,” ujar Bagus Oka.
Ia juga mencontohkan bahwa Dishub Kota Pekanbaru telah lebih dulu menerapkan QRIS di beberapa titik parkir. Oleh karena itu, ia meminta PT YSM untuk segera mengadopsi sistem yang lebih modern ini.
“Dishub sudah mulai menggunakan QRIS di beberapa lokasi, kenapa PT Yabisa belum? Dengan QRIS, masyarakat bisa lebih mudah membayar parkir tanpa harus ribet mencari uang kecil. Sering kali, hanya karena tidak ada uang pas, bisa timbul perselisihan dengan juru parkir. Jika menggunakan QRIS, masalah seperti ini bisa diminimalisir,” jelasnya.
Sebagai pengelola parkir di tepi jalan umum dengan kontrak selama 10 tahun sejak 2021, PT YSM diharapkan dapat terus melakukan inovasi agar pelayanan parkir semakin baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru.
“Kami ingin pengelolaan parkir ini menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Jangan lagi menggunakan sistem konvensional. Dengan kontrak yang panjang, PT YSM harus terus berinovasi agar tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah tetapi juga memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, Bagus Oka juga mengapresiasi kinerja PT YSM dalam menyetorkan PAD yang berhasil melampaui target.
“Kami mengapresiasi hasil yang dicapai oleh PT Yabisa. Mereka telah berhasil menyetorkan lebih dari Rp 15 miliar untuk PAD, melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 14 miliar. Ini pencapaian yang sangat positif,” pungkasnya.
Dengan adanya dorongan dari Komisi II DPRD Pekanbaru, diharapkan sistem parkir di Kota Pekanbaru dapat lebih modern, transparan, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran. (*)
Galery Foto Kegiatan :
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
| Editor | : | |
| Sumber | : | GN 1 |