x
Hearing Komisi II DPRD Pekanbaru: Optimalkan Pengelolaan Pasar Kuliner Cut Nyak Dien
Komisi II DPRD Pekanbaru menggelar hearing bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Forum Komunikasi Pedagang Wisata Kuliner Cut Nyak Dien (FK-PWK), serta Primer Koperasi Kartika Kodim 0301/PBR di ruang rapat DPRD Pekanbaru, Kamis (23/1/

Hearing Komisi II DPRD Pekanbaru: Optimalkan Pengelolaan Pasar Kuliner Cut Nyak Dien

Kamis, 23 Januari 2025 - 22:01:31 wib | Di Baca : 697 Kali

PEKANBARU – Komisi II DPRD Kota Pekanbaru menggelar rapat hearing bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Forum Komunikasi Pedagang Wisata Kuliner Cut Nyak Dien (FK-PWK), serta Primer Koperasi Kartika Kodim 0301/PBR pada Kamis (23/1/2025).

Fokus utama rapat ini adalah memastikan pengelolaan kawasan kuliner ikonik tersebut berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi pedagang serta masyarakat Pekanbaru.

Dalam kesempatan ini, Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Rizky Bagus Oka, menegaskan bahwa pihak Primer Koperasi Kartika Kodim 0301/PBR yang ditunjuk sebagai pengelola harus memastikan fasilitas di kawasan kuliner tersebut lebih tertata.

Mulai dari pengelolaan parkir, kelancaran lalu lintas, kebersihan, hingga penyediaan toilet umum agar pengunjung semakin nyaman.

"Dengan jumlah retribusi yang dikutip dari pedagang, kita ingin fasilitas yang diberikan sebanding. Kawasan ini harus lebih terang, lebih tertata, dan lebih nyaman," tegas Oka.

Disperindag telah menunjuk Primer Koperasi Kartika Kodim 0301/PBR sejak Oktober 2024 sebagai pengelola resmi kawasan ini. Setiap pedagang dikenakan retribusi sebesar Rp400 ribu per bulan, termasuk biaya listrik dan kebersihan.

Namun, menurut Oka, pendapatan asli daerah (PAD) yang dihasilkan dari kawasan ini masih belum optimal.

“Kami melihat angka yang disetorkan ke Pemko belum sesuai dengan potensi yang seharusnya didapat. Pengelola harus benar-benar serius, bukan sekadar memungut retribusi, tapi juga menghadirkan pengelolaan yang profesional untuk meningkatkan daya tarik wisata kuliner ini," tambahnya.

Selain menyoroti fasilitas dasar, Oka juga menekankan pentingnya keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung serta pedagang. Ia berharap pengelola bisa menyediakan toilet portable, meningkatkan pengelolaan parkir, serta memastikan lalu lintas di sekitar kawasan tidak semrawut.

“Dengan jumlah pedagang mencapai 325 hingga 350 orang, kita yakin perputaran ekonomi di Cut Nyak Dien sangat besar. Ini harus dikelola dengan baik agar memberikan dampak positif bagi semua pihak,” tutupnya.

Hearing ini menjadi langkah konkret DPRD dalam memastikan pasar kuliner Cut Nyak Dien berkembang menjadi ikon wisata kuliner unggulan yang mampu meningkatkan ekonomi lokal dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat Pekanbaru.

Galery Foto Kegiatan:


Editor :
Sumber : GN 1

BERITA TERKAIT
TUILIS  KOMENTAR
BERITA SEBELUMNYA