x
Komisi II Panggil Manajemen PDAM Tirta Siak, Soroti Kinerja dan Kontribusi PAD
Komisi II DPRD Pekanbaru saat menggelar hearing bersama manajemen PDAM Tirta Siak di Ruang Paripurna, Senin (17/2/2025).

Komisi II Panggil Manajemen PDAM Tirta Siak, Soroti Kinerja dan Kontribusi PAD

Senin, 17 Februari 2025 - 19:24:09 wib | Di Baca : 557 Kali

PEKANBARU – Komisi II DPRD Pekanbaru menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan manajemen PDAM Tirta Siak di Ruang Paripurna DPRD Pekanbaru, Senin (17/2/2025). Dalam pertemuan ini, DPRD menyoroti kinerja PDAM yang dinilai belum memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta keluhan masyarakat mengenai proyek galian pipa yang merusak jalan.

Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, dr Meiza Ningsih, menegaskan bahwa sejak berdiri, PDAM Tirta Siak belum menunjukkan kinerja yang optimal dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kami melihat PDAM ini justru menjadi beban daerah. Jangankan menyumbang PAD, kinerjanya pun belum memuaskan. Setiap tahun, anggaran disiapkan untuk operasional dan gaji karyawan, tetapi hasilnya belum terlihat signifikan,” tegas Meiza.

Hal senada disampaikan oleh Rizky Bagus Oka, anggota Komisi II DPRD Pekanbaru dari Fraksi Gerindra. Ia menilai, hingga kini PDAM masih jauh dari harapan dalam memberikan pelayanan air bersih yang maksimal kepada masyarakat.

“Seharusnya PDAM Tirta Siak bisa mandiri secara finansial dan berkontribusi untuk daerah, bukan malah terus mengandalkan suntikan dana dari APBD setiap tahun. Kita terus mengalokasikan anggaran, tetapi pelayanan masih kurang memuaskan,” ujar Rizky.

Selain itu, proyek galian pipa yang dilakukan PDAM juga menjadi perhatian serius DPRD Pekanbaru. Proyek ini dinilai telah merusak infrastruktur jalan di berbagai titik kota, sehingga menimbulkan keluhan dari masyarakat.

“Kami menerima banyak laporan dari warga terkait jalan yang rusak akibat galian pipa PDAM. Ini harus menjadi perhatian serius agar tidak merugikan masyarakat,” tambahnya.

Menanggapi kritik tersebut, Direktur PDAM Tirta Siak, Agung Anugrah, menjelaskan bahwa saat ini ada dua proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang sedang berlangsung di Pekanbaru, yaitu di Zona Selatan (Zona 3) yang mencakup empat kecamatan: Marpoyan Damai, Bukit Raya, Tuah Madani, dan Binawidya, serta proyek lain yang mencakup enam kecamatan di pusat kota, seperti Sail, Sukajadi, Payung Sekaki, Pekanbaru Kota, Lima Puluh, dan Senapelan.

“Proyek ini dikerjakan oleh investor, sehingga dari sisi realisasi anggaran perusahaan, kami tidak mengeluarkan biaya untuk pembangunan proyek tersebut. Fokus kami adalah pada operasional dan perbaikan kebocoran untuk meningkatkan pelayanan,” ungkap Agung.

Dengan banyaknya sorotan terhadap kinerja PDAM Tirta Siak, Komisi II DPRD Pekanbaru meminta perusahaan ini segera berbenah agar dapat mandiri secara finansial dan meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. Selain itu, PDAM juga diminta untuk memperbaiki sistem pengerjaan proyek galian pipa agar tidak merugikan infrastruktur yang ada di kota Pekanbaru.

“Kami akan terus mengawal kinerja PDAM agar tidak hanya menjadi beban, tetapi benar-benar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah,” tutup Meiza.

Hearing ini diharapkan dapat menjadi titik awal evaluasi menyeluruh terhadap PDAM Tirta Siak, sehingga masyarakat Pekanbaru dapat merasakan layanan air bersih yang lebih baik di masa mendatang.

Galery Foto Kegiatan :


Editor :
Sumber : GN 1

BERITA TERKAIT
TUILIS  KOMENTAR
BERITA SEBELUMNYA