GILANGNEWS.COM – Panglima Hulubalang Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru, Datuk Jhon Intan, angkat bicara dengan nada tegas dan penuh keprihatinan. Ia mengecam keras aksi brutal yang dilakukan oknum debt collector terhadap seorang perempuan di depan Mapolsek Bukit Raya pada 19 April 2025 lalu.
Bagi Datuk Jhon, kejadian tersebut tidak hanya mencoreng rasa kemanusiaan, tetapi juga melukai marwah tanah Melayu. Ia menyoroti tumpulnya respons aparat yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat.
“Kami menyayangkan sikap aparat kepolisian di Polsek Bukit Raya yang tidak mencerminkan tugasnya sebagai penjaga, pelindung, dan pengayom rakyat. Bukannya memberikan rasa aman, justru membiarkan aksi kekerasan terjadi di depan mata mereka sendiri,” ujar Jhon Intan dengan nada kecewa.
Sebagai pemegang amanah adat dan penjaga kehormatan negeri, Jhon menyatakan bahwa LAMR Pekanbaru berada di garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan marwah budaya lokal.
“Kami ini perisai negeri, dan negeri ini bukan negeri yang bebas diinjak-injak seenaknya. Negeri ini beradat, beradab, dan menjunjung tinggi nilai hormat terhadap sesama,” tegasnya.
Hormati Adat, Jangan Bawa Premanisme ke Bumi Bertuah
Dengan nada lantang dan penuh semangat kebangsaan, Jhon Intan mengingatkan para perusahaan leasing dan pihak-pihak terkait untuk tidak membawa nuansa premanisme ke Kota Pekanbaru. Ia menolak keras penggunaan jasa debt collector yang kerap menimbulkan keresahan masyarakat.
“Silakan datang dan berusaha di negeri kami. Kalau haus, ambil air sebanyak-banyaknya. Kalau lapar, hutan kami luas. Tapi dahulukan kami selangkah, tinggikan kami seranting, karena kami anak negeri ini. Hormati adat resam tempatan. Negeri ini ada tuannya!” ucapnya penuh makna.
Ia pun mengapresiasi langkah tegas Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan yang mencopot jabatan Kompol Syafnil sebagai Kapolsek Bukit Raya. Menurutnya, keputusan itu merupakan bentuk tanggung jawab moral dan profesional demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
“Kami mendukung penuh seruan Kapolda Riau untuk memberantas praktik premanisme. Ini langkah yang benar. Tapi jangan berhenti di satu pencopotan. Bersihkan sampai ke akarnya,” imbuh Datuk Jhon.
LAMR Pekanbaru, kata Jhon, akan terus mengawal marwah tanah Melayu. “Kami bukan penonton di tanah sendiri. Kami penjaga. Dan kami akan terus bersuara jika harga diri masyarakat kami diinjak,” pungkasnya.
| Sumber | : | ZULFIKRI SH |
| Editor | : |