GILANGNEWS.COM - Lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex yang menembus angka di atas Rp20 ribu per liter di Provinsi Riau memicu peringatan keras dari DPRD Kota Pekanbaru.
Kenaikan harga ini dinilai berpotensi memberikan efek domino yang mengancam stabilitas ekonomi masyarakat menengah ke bawah di Kota Pekanbaru.
Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka, menegaskan bahwa pemerintah daerah dan instansi terkait tidak boleh tinggal diam melihat situasi ini. Ia menyoroti ancaman terbesar dari kenaikan ini yaitu terjadinya panic shifting atau migrasi massal konsumen BBM non-subsidi ke BBM bersubsidi.
"Meski yang naik adalah BBM non-subsidi, dampaknya sangat nyata di lapangan. Biaya logistik pasti akan terkerek naik. Fokus kita adalah memastikan roda ekonomi kerakyatan, terutama para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Pekanbaru tidak tercekik oleh potensi kenaikan harga barang dan jasa akibat penyesuaian biaya operasional," tegas Rizky, Ahad (19/4/2026).
Ia mewanti-wanti potensi kelangkaan BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar jika konsumen menengah ke atas ikut-ikutan beralih. Menurutnya, hak subsidi rakyat kecil harus dijaga ketat agar tidak salah sasaran.
Sebagai tindak lanjut, Politisi Gerindra ini juga menyampaikan bahwa Komisi II DPRD Pekanbaru akan segera mengambil langkah pengawasan preventif.
Ia memastikan akan mendorong kolaborasi erat dengan mitra kerja terkait, khususnya Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), untuk turun langsung ke lapangan.
"Kita akan agendakan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU-SPBU yang ada di Pekanbaru. Pengawasan di lapangan harus ekstra ketat. Pertamina wajib memaksimalkan dan mendisiplinkan sistem scan barcode MyPertamina tanpa kompromi," ujarnya.
Ia juga meminta aparat penegak hukum untuk bersiaga menindak tegas oknum pelangsir yang kerap memanfaatkan momen disparitas harga yang tinggi ini untuk menimbun BBM subsidi dan menjualnya ke sektor industri.
"Tidak ada toleransi bagi mafia atau pelangsir BBM. Selain itu, kami juga mengimbau kesadaran moral para pengusaha besar dan pemilik kendaraan mewah untuk tidak merampas hak masyarakat kecil. BBM subsidi itu murni untuk menjaga daya beli rakyat, bukan untuk korporasi," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan daftar harga BBM di laman MyPertamina, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex terpantau mengalami kenaikan. Harga Pertamax Turbo naik naik sekitar Rp 6.050-Rp 6.600 per liter, kini Pertamax Turbo dibanderol Rp 19.400-Rp 20.250 per liter dari sebelumnya Rp 13.350-Rp 13.650 per liter.
Kenaikan lebih besar terjadi pada Dexlite, yakni sekitar Rp 9.100-Rp 9.850 per liter. Harga Dexlite kini berada di kisaran Rp 23.600-Rp 24.650 per liter, dari sebelumnya Rp 14.500-Rp 14.800 per liter.
Sementara itu, Pertamina Dex mencatat kenaikan tertinggi, yakni sekitar Rp 9.400-Rp 10.450 per liter. Harganya kini mencapai Rp 23.900-Rp 24.950 per liter, dari sebelumnya Rp 14.500-Rp 15.100 per liter.
| Sumber | : | cakaplah.com |
| Editor | : |