
PEKANBARU – Jumat pagi, 11 Oktober 2024, suasana di Kecamatan Rumbai begitu berbeda. Ribuan masyarakat berkumpul di sepanjang jalan, penuh antusias menyambut dua tokoh politik penting: Muflihun, calon Wali Kota Pekanbaru nomor urut 1, dan Muhammad Nasir, calon Gubernur Riau. Mereka berdua berjalan santai bersama pendukungnya, menyatu dengan keramaian, sembari berbagi harapan dan rencana besar untuk Riau dan Pekanbaru.
Di bawah sinar matahari pagi yang cerah, Uun, sapaan akrab Muflihun, dan Nasir terlihat kompak. Keduanya didukung oleh Prabowo Subianto, Presiden RI terpilih 2024. Jalan santai itu menjadi lebih dari sekadar olahraga pagi; itu adalah momen penting untuk menyampaikan pesan perubahan. Masyarakat yang hadir tak hanya menyuarakan yel-yel dukungan, tetapi juga mendengarkan langsung program-program unggulan yang dijanjikan para calon.
Dalam kesempatan tersebut, Uun menegaskan bahwa sinergi antara program kota Pekanbaru dan provinsi Riau akan berjalan selaras dengan kebijakan nasional di bawah Prabowo. Ia memaparkan program-program prioritas untuk Pekanbaru, yang telah berjalan selama dirinya menjabat sebagai Pj Wali Kota, seperti layanan kesehatan gratis dan peningkatan infrastruktur. “Kami berkomitmen untuk membawa Pekanbaru dan Riau maju bersama, dengan dukungan pemerintah pusat,” ujar Uun disambut sorak sorai massa.
Setelah jalan santai di Rumbai, Nasir melanjutkan kampanye dialogis di Kelurahan Muara Fajar, Kecamatan Rumbai Barat. Di hadapan ratusan warga, Nasir menerima banyak aspirasi, salah satunya terkait isu krusial yang telah lama membelit masyarakat—kepemilikan tanah. Dengan penuh keseriusan, Nasir menjawab keresahan warga soal peraturan gubernur yang selama ini menghambat hak atas tanah mereka.
“Jika saya dan Wardan diberi amanah menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur, satu jam setelah pelantikan, saya akan cabut Pergub yang menjadi penghalang. Ini janji saya kepada masyarakat Riau!” tegas Nasir, disambut riuh tepuk tangan. Warga pun tampak semakin yakin bahwa Nasir bukan hanya memberikan janji kosong, tapi bersedia membawa perubahan nyata.
Selain soal tanah, masyarakat juga mengeluhkan masalah pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Nasir menanggapi aspirasi tersebut dengan memaparkan tujuh program super prioritasnya, yang ia sebut sebagai “Riau Emas”. Dari pendidikan hingga pertanian, setiap sektor akan dioptimalkan untuk memajukan Riau. “Program kami tegak lurus dengan pemerintahan Prabowo-Gibran, disesuaikan dengan kebutuhan Riau saat ini,” tambah Nasir.
Menjelang Pilkada Serentak 2024 pada 27 November, Nasir mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban. Ia mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga kelancaran jalannya Pilkada agar berlangsung damai, sejuk, dan kondusif. “Kita semua punya tanggung jawab untuk mensukseskan Pilkada ini, mari kita bahu-membahu,” serunya.
Seiring langkah Uun dan Nasir yang mantap di tengah-tengah masyarakat, semangat harapan baru pun mengalir di sepanjang jalan. Jalan santai ini menjadi lebih dari sekadar kegiatan fisik—ini adalah simbol kebersamaan antara pemimpin dan rakyatnya, berjalan menuju masa depan yang lebih baik untuk Pekanbaru dan Riau.