Suami RA, Resmi Laporkan Perselingkuhan Dua Pegawai Imigrasi Pekanbaru ke Polresta Bukittinggi

Senin, 24 Februari 2025

HM, suami RA, saat berada di Polresta Bukittinggi usai melaporkan dugaan perzinaan istrinya dengan seorang pegawai Imigrasi Pekanbaru, pada 20 Februari 2025. Dengan raut wajah tegas, HM menunjukkan bukti yang diklaimnya sebagai

GILANGNEWS.COM - Skandal yang mengguncang Kantor Imigrasi Pekanbaru kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Dugaan perselingkuhan antara dua pegawai negeri di instansi tersebut menyeruak ke publik setelah HM, seorang suami yang merasa dikhianati, melaporkan kasus ini ke Polresta Bukittinggi pada 20 Februari 2025.

Kasus ini pun mengundang sorotan tajam terhadap integritas aparatur sipil negara (ASN).

Bukti yang Memicu Kecurigaan

HM melaporkan AN, pegawai Imigrasi Pekanbaru, atas dugaan perzinaan dengan istrinya, RA. Bukti rekaman video yang menunjukkan keberadaan AN dan RA di Hotel Royal Denai, Bukittinggi, pada 16 Februari 2025, menjadi pemicu utama.

Dalam rekaman tersebut, terlihat mobil Grand Livina hitam dengan nomor polisi BM 1284 OH yang diketahui milik AN terparkir di halaman hotel.

Selain itu, video lain menunjukkan keduanya sedang berada di taman seberang hotel dengan pakaian santai, seolah tengah berolahraga pagi.

Tidak berhenti di situ, bukti lain menunjukkan AN dan RA menaiki tangga hotel setelah diduga menghabiskan waktu bersama.

HM mengklaim masih menyimpan bukti yang lebih mengejutkan yang disebutnya sebagai "senjata pamungkas" untuk mengungkap perselingkuhan ini secara gamblang.

Kecurigaan Lama yang Terbukti

HM mengungkapkan bahwa ia sudah lama merasakan perubahan sikap istrinya, terutama setelah perjalanan dinas luar kota bersama AN pada November 2023.

Puncaknya, RA meninggalkan rumah sejak 11 Juli 2024 dengan alasan ketidakharmonisan rumah tangga, yang disebut sebagai syarat dalam proses perceraian.

“Awalnya saya berpikir ini hanya masalah rumah tangga biasa, tapi ternyata lebih dari itu. Dia meninggalkan rumah bukan tanpa alasan. Ada pihak lain yang mendukungnya,” ungkap HM dengan nada geram.

Tuntutan Pemecatan dan Keadilan Sosial

Kasus ini tidak hanya menjadi aib dalam lingkup keluarga, tetapi juga memicu kemarahan publik.

Sebagai ASN, AN dan RA seharusnya menjadi contoh dalam menjunjung moralitas dan profesionalisme.

HM pun mendesak agar Kantor Imigrasi Pekanbaru segera mengambil tindakan tegas terhadap kedua pegawai tersebut, termasuk pemecatan, untuk menjaga kredibilitas institusi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor Imigrasi Pekanbaru belum memberikan tanggapan resmi terkait skandal ini.

Publik kini menanti apakah kasus ini akan ditindaklanjuti dengan serius atau justru berlalu begitu saja tanpa konsekuensi yang setimpal.

Skandal ini menjadi pengingat bahwa integritas adalah pilar utama dalam pelayanan publik, dan tanpa itu, kepercayaan masyarakat bisa runtuh dalam sekejap.