Pedagang Kue Lebaran Penuhi Jalan Sudirman, DPRD: ''Ini Harus Ditertibkan!''

Rabu, 19 Maret 2025

Kemacetan panjang terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, tepat di depan Plaza Sukaramai, akibat deretan tenda biru pedagang kue lebaran yang memenuhi trotoar dan sebagian badan jalan.

GILANGNEWS.COM - Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Plaza Sukaramai, yang seharusnya menjadi poros utama lalu lintas di Pekanbaru, kini berubah menjadi lautan tenda biru yang berdiri asal jadi. Para pedagang kue lebaran berjejer di trotoar dan sebagian badan jalan, menciptakan kemacetan panjang yang menjalar hingga ke Bundaran Mall Pekanbaru.

Dari pantauan di lapangan, deretan tenda-tenda beratap terpal biru tampak menutupi lapak dagangan mereka dari panas matahari. Pemandangan tersebut tidak hanya mengurangi estetika kota, tetapi juga mempersempit ruang bagi pejalan kaki dan kendaraan yang melintas.

Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, H. Fatullah, menyayangkan kondisi ini. "Kurang lebih hanya 20 pedagang yang berjualan di sana, tetapi dampaknya sangat besar terhadap kepentingan masyarakat umum," ujarnya.

Fattullah menyoroti bahwa Jalan Sudirman merupakan jalan nasional yang sangat vital bagi mobilitas warga Pekanbaru. Tenda-tenda yang berdiri tanpa aturan dinilai mencoreng wajah kota yang seharusnya tertata rapi.

"Kami tidak melarang masyarakat untuk mencari nafkah," lanjut Fattullah. "Tapi mereka juga harus memperhatikan kepentingan umum yang terganggu akibat aktivitas tersebut. Jangan sampai hanya demi keuntungan segelintir orang, masyarakat lain yang justru dirugikan."

Fattullah mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pekanbaru untuk segera turun ke lokasi dan menertibkan para pedagang. Ia menilai, jumlah pedagang yang relatif sedikit akan mempermudah proses penataan tanpa perlu terjadi gesekan.

"Jika mereka ingin berjualan, silakan pindah ke area yang lebih sesuai seperti Jalan Agus Salim atau Jalan Hos Cokroaminoto. Jangan di trotoar Jalan Sudirman yang notabene jalur utama kota ini," tegasnya.

Fattullah menekankan bahwa langkah penertiban ini tidak dimaksudkan untuk menggusur para pedagang, melainkan sebagai upaya menjaga ketertiban, kelancaran arus lalu lintas, dan keindahan Kota Pekanbaru. "Pekanbaru adalah rumah kita semua, dan keindahan kota adalah tanggung jawab bersama," pungkasnya.