Heboh! Oknum Lurah Diduga Minta THR ke Pedagang Ayam Geprek

Kamis, 27 Maret 2025

Tangkapan layar percakapan WhatsApp yang berisi laporan warga tentang dugaan permintaan THR oleh Lurah Kampung Baru, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru. Percakapan ini viral dan memicu kemarahan publik.

GILANGNEWS.COM - Ironi menjelang Lebaran kembali mencuat di Pekanbaru. Di saat Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dengan sigap mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar 100 persen, kabar memalukan justru datang dari oknum pejabat di lingkungan Pemko Pekanbaru.

Lurah Kampung Baru, Kecamatan Senapelan, Asnetti Yusra, dituding meminta THR kepada para pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar bawah Jembatan Leighton. Tindakan tersebut sontak membuat para pedagang geram.

Informasi ini berawal dari tangkapan layar percakapan WhatsApp yang beredar luas di masyarakat. Dalam percakapan tersebut, seorang warga mengeluhkan bahwa oknum lurah tersebut mendatangi pedagang dan meminta uang THR kepada mereka.

"Assalamualaikum Buk, ini kami yang jualan ayam geprek," tulis warga dalam pesan tersebut.

"Waalaikumsalam Bu," balas penerima.

"Mau melaporkan Bu Lurah minta uang THR ke semua pedagang yang di Leighton. Nggak dikasih, ditunggu sampai orang itu ngasih," lanjut warga dalam pesan tersebut.

"Kapan kejadiannya Buk?" tanya penerima pesan.

"Sekitar jam 4 ni Buk. Kami yang jualan ayam geprek dimintanya. Yang jualan besi tua juga diminta," jelas warga itu lagi.

Kontroversi ini semakin memanas setelah redaksi Gilangnews.com menghubungi Asnetti untuk mengonfirmasi tuduhan tersebut. Alih-alih memberikan klarifikasi tegas, Asnetti justru mengeluarkan pernyataan berbelit-belit.

"Masalah ini sudah diklarifikasi tadi. Tidak benar, sudah diklarifikasi. Itu hanya kesalahpahaman saja," ujar Asnetti dengan nada defensif.

Ketika ditanya apakah dirinya memang meminta THR kepada para pedagang, Asnetti kembali membantah. "Tidak ada itu, udah diklarifikasi tadi," ujarnya singkat.

Namun tak lama berselang, Asnetti kembali menghubungi redaksi Gilangnews.com dengan nada yang berbeda. "Biasa aja itu, kita bercanda dengan pedagang. Tapi tidak ada kita ambil itu. Mandai-mandai aja," ujarnya mencoba meremehkan kejadian tersebut.

Pernyataan Asnetti yang berbelit-belit semakin membingungkan. Ia kemudian kembali menghubungi redaksi dengan nada keluhan. "Dehh, buruak namo den lai (kalau begini buruk nama saya, red). Boleh ditanya dan dipanggil orang itu satu-satu. Coba tanya kepada mereka, ada aku minta?" katanya geram.

Namun saat ditanya apakah dirinya memang berada di lokasi pada waktu yang disebut warga, Asnetti membenarkan. "Ada," akunya singkat.

Peristiwa ini memicu kegeraman warga. Para pedagang menilai tindakan tersebut tidak pantas, apalagi di tengah kesulitan ekonomi yang mereka hadapi.