Pengamat Politik: Golkar Riau Harus Dipimpin Kader Murni untuk Kembalikan Kejayaan

Jumat, 28 Maret 2025

Pengamat politik Universitas Riau, Dr. Tito Handoko

GILANGNEWS.COM – Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Provinsi Riau menjadi panggung penentuan penting yang akan mengarahkan masa depan partai berlambang pohon beringin ini di Bumi Lancang Kuning.

Di tengah tarik-menarik kekuatan politik yang mencuat, suara publik pun menggema, sudah saatnya Golkar Riau dipimpin oleh kader murni yang berjuang dari bawah.

Pengamat politik Universitas Riau, Dr. Tito Handoko, menyoroti bahwa Musda kali ini menjadi momen krusial bagi Golkar untuk merebut kembali kejayaannya. Menurutnya, Golkar di Riau yang pernah begitu dominan kini mulai meredup akibat problem internal yang berlarut-larut.

"Golkar ini memiliki DNA kekuasaan dan DNA perjuangan. DNA perjuangan itu harus dihidupkan kembali dengan memberi ruang bagi kader yang merintis karir dari bawah, bukan hanya mereka yang datang dengan kepentingan jangka pendek," tegas Tito.

Tito menilai pola konsolidasi yang lemah dan akomodasi berlebihan terhadap kepentingan pragmatis menjadi biang kerok kemunduran Golkar Riau. "Jika Golkar terus mengandalkan figur yang hanya muncul saat momentum politik tanpa proses panjang di partai, maka soliditas akar rumput akan semakin rapuh. Kader murni yang sudah berjuang dari bawah tentu lebih memahami denyut nadi perjuangan partai," ujar Tito.

Tito pun menyoroti fenomena munculnya gerbong SF Harianto yang dikabarkan mendapat dukungan dari tujuh hingga delapan kepala daerah di Riau. Menurutnya, meski ini merupakan strategi yang sah, hal itu perlu dievaluasi dengan cermat.

"Apakah kepala daerah tersebut benar-benar merepresentasikan Golkar atau sekadar menjadi daya tawar politik? Golkar harus melakukan riset mendalam terhadap keinginan akar rumput," jelas Tito.

Lebih lanjut, Tito menyoroti kecenderungan partai politik di Indonesia, termasuk Golkar, yang masih terpusat pada keputusan DPP. Hal ini berisiko mengabaikan aspirasi dari bawah jika tidak dikelola dengan baik.

"Golkar Riau butuh pemimpin yang memahami kultur lokal, berjuang dari nol, dan punya komitmen kuat untuk membangun partai ini kembali berjaya. Kader murni adalah kunci kebangkitan Golkar Riau," tegasnya.

Dalam konteks ini, nama Parisman Ihwan mengemuka sebagai figur yang dinilai layak memimpin DPD I Golkar Riau. Sosok Parisman dikenal sebagai kader murni yang telah berproses dari bawah dan berkiprah secara konsisten untuk kemajuan partai.

"Parisman merupakan figur yang memahami denyut perjuangan Golkar di Riau. Ia telah melalui proses panjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga menjadi anggota DPRD Riau. Komitmennya pada ideologi dan perjuangan partai tidak perlu diragukan," ungkap salah satu tokoh senior Golkar Riau.

Kini, saatnya Golkar Riau menatap masa depan dengan kepemimpinan yang berlandaskan perjuangan, bukan sekadar pencitraan dan manuver politik sesaat. Kader murni seperti Parisman Ihwan menjadi harapan besar untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Riau. Golkar Riau tidak boleh lagi hanya menjadi alat transaksi politik, tetapi harus kembali menjadi rumah besar perjuangan rakyat Riau yang sejati.