Janji Bonus Rp300 Juta Atlet PON Riau Menyusut Jadi Rp120 Juta

Senin, 14 April 2025

Sekretaris Komisi V DPRD Riau, Robin P. Hutagalung

GILANGNEWS.COM — Harapan atlet dan pelatih Riau untuk menerima bonus penuh atas prestasi mereka di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, tampaknya harus ditunda. Bahkan, nominal yang akan mereka terima dikabarkan jauh dari jumlah yang sempat dijanjikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Pelatih Tinju Riau, Darman Hutahuruk, mengungkapkan bahwa sebelumnya Pemprov menjanjikan bonus sebesar Rp300 juta bagi atlet peraih medali emas. Namun, berdasarkan informasi terakhir yang diterima, nilai itu turun drastis menjadi sekitar Rp120 juta terpangkas 60 persen dari janji awal.

"Kami tidak mempersoalkan penundaan, tapi tolong hargai jerih payah atlet dan pelatih yang sudah berjuang. Janji itu pernah diucapkan, dan kini kenyataannya jauh dari harapan," ujar Darman saat ditemui di Pekanbaru, Senin (14/4/2025).

Kekecewaan itu tak hanya dirasakan oleh tim tinju. Sejumlah pelatih dari cabang olahraga lainnya turut menyampaikan kegundahan mereka kepada DPRD Riau. Mereka meminta agar bonus segera dicairkan dan sesuai dengan janji yang pernah disampaikan oleh pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi V DPRD Riau, Robin P. Hutagalung, menyatakan bahwa pihaknya memahami kegelisahan para pelatih dan atlet. Ia mengakui adanya penyesuaian nilai bonus akibat kondisi keuangan Pemprov yang sedang tidak dalam posisi ideal.

"Bonus memang belum bisa dibayarkan sesuai janji awal karena dampak efisiensi anggaran. Ini menyentuh semua sektor, termasuk olahraga," ujar Robin kepada wartawan.

Menurut Robin, efisiensi anggaran dilakukan karena sejumlah kebutuhan lain yang juga mendesak. Namun, ia berharap para atlet dan pelatih bisa memahami situasi ini dengan kepala dingin.

"Yang kami harapkan saat ini adalah pemahaman dari para pelatih, atlet, dan pengurus cabang olahraga. Jika nanti kondisi keuangan daerah membaik, tentu besarannya bisa ditinjau ulang," kata Robin.

Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau, lanjut Robin, dalam waktu dekat akan memanggil masing-masing cabang olahraga untuk menyampaikan secara resmi kondisi ini. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak bermaksud mengabaikan prestasi para atlet, tetapi semata-mata sedang berhadapan dengan keterbatasan fiskal.

Sementara itu, para pelatih berharap agar komunikasi dari Pemprov lebih terbuka, tidak hanya melalui kabar-kabar tak resmi. Sebab, perjuangan mereka dan para atlet di arena PON bukan hanya demi medali, melainkan juga demi nama baik daerah.