Parkir Liar di Pasar Kuliner Pekanbaru Sebabkan Macet Parah di Jalan Sudirman

Sabtu, 19 April 2025

Suasana kemacetan lalu lintas di jalan jendral sudirman Kota Pekanbaru akibat parkir liar yang memakan badan jalan.

GILANGNEWS.COM - Kondisi lalu lintas di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Pekanbaru hingga Simpang Lampu Merah Tugu Zapin, terpantau macet parah pada Jumat (18/4/2025) malam.

Kemacetan ini semakin diperparah oleh praktik parkir kendaraan roda empat yang berlapis di kawasan Pasar Kuliner Cut Nyak Dien.

Pantauan Hallo Riau di lapangan, menunjukkan bahwa parkir kendaraan pengunjung pasar kuliner bahkan dibuat hingga tiga lapis, memakan sebagian besar badan jalan.

Kondisi ini tentu saja menimbulkan keresahan dan keluhan dari para pengendara lain yang melintas.

Salah seorang pengendara, Muhammad Ridho Rizki mengaku parkir kendaraan masyarakat itu sangat menganggu arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman.

"Harusnya kan ini jalanan lancar, karena jalannya lebar. Tapi karena kendaraan mereka parkir di badan jalan, jadinya arus lalu lintas tersendat. Lagian kok bisa sih parkir mobil bisa berlapis gini," kata Muhammad Ridho Rizki.

Ridho, sapaan akrabnya itu turut mempertanyakan kinerja petugas parkir dan tenaga Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru. Karena menurutnya, kondisi ini seharusnya ditangani oleh pihak pengelola.

"Tukang parkirnya kok bisa bebas bikin parkir sampai makan setengah jalan. Kalau tak salah, pasar ini juga sudah ditata ulang, tapi kok tak berubah? Petugas Dishub juga tak kelihatan," ungkapnya.

Dirinya juga meminta perhatian lebih pada Pemko Pekanbaru untuk penataan ulang parkir agar tidak meresahkan pembeli dan pengendara yang melintas.

"Parkir disini tak tertata. Tarif parkir juga masih tarif lama, kalau kita tak mau bayar sesuai Perwako, malah ditantangin, dimarahin sama petugas parkirnya, mereka juga tak pakai rompi petugas," katanya.

"Minta tolong sekali ke Pemko untuk tata ulang parkirnya. Jangan hanya memikirkan keuntungan, tapi juga pikirkan kerugian lainnya bagi orang lain," pungkasnya.