Sanel Tour and Travel Bantah Tahan Ijazah Eks Karyawan, Ini Penjelasannya

Kamis, 08 Mei 2025

Sanel Tour Serahkan Ijazah Eks Karyawan

GILANGNEWS.COM - Setelah viral dan diisukan soal penahanan ijazah, Perusahaan Sanel Tour and Travel akhirnya bersedia memberikan ijazah eks karyawan yang diakuinya.

Dari 12 karyawan yang melapor kepada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaker) Provinsi Riau, hanya 4 orang yang pernah bekerja di Sanel. Sementara sisanya, mereka bukan karyawan dari Sanel Tour and Travel.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Disnakertrans Provinsi Riau, Bobi Rachmat, bahwa pihak Sanel bersedia untuk menyerahkan ijazah karyawan yang pernah bekerja di sana.

"Dari hasil pertemuan kita dengan Komisi V DPRD bersama pihak perusahaan Sanel Tour and Travel, ada 12 diduga mantan karyawan Sanel. Tapi setelah verifikasi oleh Sanel hanya ada 5 orang, dari 5 itu hanya 4 yang ada ijazahnya, sementara 1 orang lagi tidak ada ijazahnya dengan perusahaan," ujar Bobi, Kamis (8/5/2025).

Dikatakannya, satu orang yang tidak ada ijazah itu diakui oleh pemilik perusahaan bahwa memang sempat ada hubungan kerja, tapi tidak ada ijazahnya dengan perusahaan.

Sementara empat ijazah yang akan diserahkan oleh Sanel Tour and Travel tersebut, sudah dititipkan di Komisi V DPRD Riau. Namun dengan catatan, para mantan pekerja yang ijazahnya ada di Sanel agar melakukan klarifikasi terhadap isu penahanan ijazah yang bergulir saat ini.

"Permintaan dari perusahaan, mereka meminta pekerja bagaimana untuk menyampaikan klarifikasinya, dan itu kita sepakati bersama dengan Komisi V DPRD Riau," ungkapnya.

Sebenarnya, kata Bobi, pihak perusahaan terbuka terhadap data ijazah karyawan tersebut. Selain 4 ijazah tersebut, Sanel Tour masih mengantongi 3 ijazah eks karyawan mereka.

Namun sampai sekarang, mantan karyawan yang bersangkutan belum menghubungi pihak Sanel. Ia menyebut, pihak Sanel secara terbuka dan akan mengikhlaskan jika memang ada pelanggaran yang dilakukan oleh eks karyawan tersebut.

Sedangkan untuk 7 orang lagi yang diketahui bukan karyawan Sanel Tour and Travel, pihaknya juga tengah mengupayakan untuk mencari siapa yang bertanggungjawab terhadap hal itu.

Ia menambahkan, jika tidak aral melintang, ijazah empat mantan karyawan perusahaan Sanel Tour and Travel tersebut akan diserahkan pada pekan depan.

Sementara itu, pemilik Sanel Tour and Travel, Santi, membantah perusahaannya melakukan penahanan ijazah. Pihaknya tidak pernah melakukan penahanan ijazah seperti yang disampaikan di media.

"Kami dari hearing bersama Komisi V DPRD Riau sudah membuktikan bahwa Sanel tidak bersalah. Kami tidak ada melakukan penahanan ijazah seperti yang diberitakan," kata Santi.

Dirinya mengaku kaget saat Wamenaker RI Immanuel Ebenezer Gerungan, melakukan sidak ke perusahaannya. Sementara dirinya tidak diberitahu terkait kedatangan Wamenaker tersebut.

Karena itu, melalui Komisi V dan Disnakertrans Riau, pihaknya sudah menjelaskan permasalahan dan membantah isu penahanan ijazah tersebut.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPRD Riau tersebut, Santi mengungkapkan bahwa mereka yang ijazahnya masih di perusahaan karena belum pernah sama sekali mendatangi perusahaan.

Mereka yang saat ini ijazahnya sudah di tangan Komisi V ternyata, disebut melakukan pelanggaran dan bahkan telah divonis oleh pengadilan. Karena kasus tersebut, pemilik ijazah diduga enggan untuk meminta langsung ke kantor Sanel.