
GILANGNEWS.COM — Ribuan buruh yang tergabung dalam PT Aek Natio dan Koperasi Air Kehidupan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Menara Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Selasa (20/5/2025).
Aksi ini menyebabkan kemacetan parah di pusat kota dan menghentikan sementara aktivitas layanan nasabah di kantor tersebut.
Massa yang datang dari wilayah Kandis dan Duri ini tiba sejak pagi dengan menggunakan belasan truk, bus, dan sepeda motor. Mereka memarkir kendaraan di badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas tersendat sepanjang Jalan Sudirman.
Para pengunjuk rasa menuntut kejelasan atas pemblokiran layanan pembayaran gaji yang dilakukan melalui rekening BRI. Mereka mengaku sudah tiga bulan tidak menerima gaji, dan hal ini berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi keluarga para buruh.
"Kami datang ke sini untuk menuntut hak kami. Sudah tiga bulan kami tidak menerima gaji karena rekening kami diblokir. Kami minta BRI bertanggung jawab," ujar salah seorang pengunjuk rasa yang enggan disebutkan namanya.
Aksi damai ini dilakukan secara tertib meski diwarnai ketegangan akibat lamanya proses penyelesaian. Massa tampak mendirikan tenda berwarna biru di gerbang masuk kantor bank. Beberapa di antaranya terlihat duduk, berbaring, bahkan tidur di bawah tenda sambil menunggu hasil mediasi.
Dikabarkan, perwakilan dari para buruh telah diterima oleh pihak manajemen BRI Cabang Pekanbaru untuk melakukan dialog. Hingga berita ini diturunkan, perundingan masih berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian yang berjaga di lokasi untuk memastikan keamanan.
Aksi ini mendapat perhatian publik karena skala massanya dan dampak yang ditimbulkan. Layanan di Menara BRI untuk sementara terhenti karena kondisi yang tidak memungkinkan, sementara pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari ruas Jalan Sudirman dan mencari jalur alternatif.
"Kami akan tetap bertahan di sini sampai ada keputusan yang adil. Kami hanya ingin hak kami dikembalikan," ujar salah satu peserta aksi dikutip dari sabangmeraukenews.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak BRI mengenai alasan pemblokiran tersebut. Masyarakat dan nasabah BRI berharap agar permasalahan ini segera mendapatkan solusi, demi menghindari dampak sosial yang lebih luas dan agar kepercayaan publik terhadap lembaga perbankan tetap terjaga.