
GILANGNEWS.COM - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau akan dilantik, Selasa (27/5/2025). Pelantikan akan dilaksanakan di Balai Serindit, Gedung Daerah Provinsi Riau, Kota Pekanbaru.
Ketua PWNU Riau KH R Abdul Khalim Mahali Lc LLB (Hons) MPIR dalam konferensi pers menyampaikan, SK PWNU Riau telah keluar dari PBNU pada 12 Desember 2024 lalu.
"Sesuai jadwal, kita akan melaksanakan pelantikan pada tanggal 27 Mei lusa di Gedung Daerah. Pelantikan akan dipimpin langsung oleh Ketua PBNU Gus Yahya," ujar Mahali, yang didampingi Ketua Panitia Pelantikan Griven H Putera dan Komandan Banser Pekanbaru Isnan Abdillah, Ahad (25/5/2025).
Dikatakannya, pelantikan tersebut juga akan dihadiri oleh Gubernur Riau Abdul Wahid dan Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf yang juga menjabat Sekretaris Jenderal PBNU.
Ia menyebut, Mensos yang hadir dalam pelantikan tersebut juga sekaligus ingin meninjau sekolah rakyat yang diprogramkan Presiden RI.
Mahali mengatakan, pelantikan yang akan dilaksanakan lusa merupakan momen bagi PWNU Riau untuk memperkenalkan apa yang menjadi arah perjuangan NU Riau ke depan. PWNU Riau akan me-launching arah PWNU Riau ke depan yakni berfokus pada dunia pendidikan.
"Kami berazam, akan merintis Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Riau dan mendirikan sekolah unggulan yang modern, humanis dan adaptif dalam hal yang bersifat penting untuk kita adopsi," ungkapnya.
Selain itu, PWNU juga mendukung kebijakan kemandirian ekonomi untuk umat. "Jadi ada potensi-potensi usaha di mana pun itu dan bisa sama-sama bermanfaat untuk kita dan stakeholder serta publik," sebutnya.
Saat ini kata Mahali, PWNU telah melakukan kerja sama dengan BRK Syariah dan juga pondok pesantren serta dunia pendidikan lainnya. Kemudian dengan Bank Indonesia, pihaknya juga akan melakukan kerja sama dalam hal program-program edukasi lainnya.
Kemudian yang paling penting, sebut Mahali, adalah pembenahan internal organisasi dari PWNU Riau hingga tingkat kabupaten/kota dan kecamatan se-Riau.
"Caranya tentu dengan kaderisasi dan pembenahan struktural hingga NU tingkat kecamatan," ucapnya.
Ia menjelaskan, sesuai arahan PBNU setiap kecamatan akan ada pengurus NU. Dengan adanya pengurus di tingkat kecamatan diharapkan kebijakan strategis dari pusat bisa diselaraskan dan dikenal oleh masyarakat, terutama Melayu Riau.
"Dan terakhir, NU Riau akan mem-booming secara masif bersama masyarakat tempatan, sehingga kita bermitra dengan masyarakat Melayu Riau, sebagai lembaga kearifan lokal tertinggi yang ada di Bumi Lancang Kuning ini," pungkasnya.
Dia menambahkan, kepengurusan ini merupakan masa transisi dan dimandatkan sebagai Ketua PWNU Riau untuk konsolidasi dan penataan organisasi selama dua tahun. Artinya, kepengurusan ini hanya sampai pada tahun 2026 mendatang.
Selain itu, dia juga dimandatkan untuk melaksanakan Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Riau. Setelah Konferwil, baru akan dikeluarkan SK PWNU untuk 5 tahun yang akan datang.
Di sisi lain, dia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau yang telah menyediakan tempat bagi PWNU Riau untuk pelaksanaan pelantikan. Ia berharap, pelantikan PWNU dapat dihadiri langsung oleh Gubernur Riau Abdul Wahid.