
GILANGNEWS.COM – Di tengah sorotan publik mengenai transparansi pengelolaan insentif petugas pajak, isu pemotongan Upah Pungut (UP) di tubuh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru mendadak mencuat dan memancing keresahan.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Bapenda, Denny Muharpan, angkat suara dan membantah tegas adanya praktik pemotongan terhadap hak petugas pemungut pajak.
“Tadi saya sudah panggil Kabidnya langsung. Ia sampaikan, tidak ada pemungutan atau pemotongan. Sistem kita jelas dan tertutup untuk hal-hal seperti itu,” ujar Denny saat dikonfirmasi, Rabu (6/8/2025).
Denny menjelaskan bahwa Upah Pungut (UP) merupakan bentuk insentif yang diberikan kepada petugas Bapenda berdasarkan jumlah pajak dan retribusi yang berhasil mereka pungut.
Penyaluran dana insentif tersebut dilakukan secara non tunai, langsung ke rekening pribadi petugas, mengikuti ketentuan perundang-undangan serta Peraturan Kepala Daerah yang berlaku.
“Persentasenya sesuai realisasi. Tidak ada celah untuk dipotong. Semua dikirim langsung ke rekening masing-masing. Kalau ada yang merasa dirugikan, silakan lapor ke saya langsung. Saya pastikan akan saya tindak tegas,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pemberitaan yang beredar di media, menyebut adanya dugaan pemotongan insentif petugas, berdasarkan pengakuan anonim dari salah seorang tenaga harian lepas (THL) Bapenda. Meski belum ada bukti konkret yang disampaikan ke publik, kabar tersebut telanjur menjadi pembicaraan hangat di lingkungan pegawai.
Denny menegaskan, pihaknya tetap membuka ruang dialog dan pengaduan, tetapi ia meminta agar seluruh pihak tidak menghembuskan informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan.
“Kami tidak anti kritik. Tapi jangan main isu. Kalau ada bukti, tunjukkan. Jangan sebarkan keresahan,” ujarnya.
Bantahan tegas dari Plt Bapenda ini menjadi respons pertama Pemko Pekanbaru atas isu yang berkembang. Di tengah upaya optimalisasi pendapatan daerah, ia berharap setiap unsur pegawai tetap fokus bekerja dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas asal-usulnya.